Kendari – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bahteramas menyiapkan langkah merger yang akan menggabungkan 12 kantor pusat BPR milik pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi satu entitas pada 2027 mendatang. Pasca-penggabungan tersebut, seluruh kantor pusat BPR di kabupaten dan kota akan berubah status menjadi kantor cabang.
Direktur Utama (Dirut) BPR Bahteramas Konawe, Ahmat, mengatakan rencana merger tersebut merupakan bagian dari penguatan kelembagaan agar BPR makin optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi keuangan bagi masyarakat.
“Saat ini terdapat 12 kantor pusat BPR. Nantinya, pada 2027 seluruh kantor pusat itu akan bergabung menjadi satu nama. Sementara kantor yang ada di kabupaten dan kota akan berubah menjadi kantor cabang yang dipimpin oleh kepala cabang. Adapun kantor pusatnya berada di tingkat provinsi,” kata Ahmat saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPR Bahteramas se-Sultra di Kendari, Kamis (11/6/2026).
Menurut dia, skema tersebut akan membuat struktur BPR di Sultra menyerupai pola kelembagaan Bank Sultra, dengan satu kantor pusat yang membawahi jaringan cabang di daerah.
Ahmat menjelaskan, sebelum proses merger dilakukan, BPR Bahteramas tetap fokus meningkatkan kinerja pada 2026. Salah satu target utamanya ialah mendorong pertumbuhan penghimpunan dana dan penyaluran kredit kepada masyarakat.
Ia menilai makin besar kredit yang disalurkan, maka perputaran ekonomi masyarakat juga akan semakin meningkat.
Selain itu, BPR Bahteramas juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan teknologi, kepatuhan terhadap regulasi, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Khusus di Konawe, BPR Bahteramas berencana membuka kantor cabang di Kabupaten Konawe Kepulauan untuk memperluas akses layanan keuangan, terutama bagi masyarakat kecil yang membutuhkan pembiayaan usaha.
Di sisi lain, Ahmat menyebut perkembangan BPR selama ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, intervensi positif pemerintah dibutuhkan agar keberadaan BPR makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui berbagai program, seperti edukasi keuangan kepada masyarakat, keterlibatan dalam program ketahanan pangan daerah, dukungan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) melalui penyediaan fasilitas bagi pelaku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pelaksanaan pasar pangan murah.
BPR Bahteramas juga akan menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang disesuaikan dengan program prioritas pemerintah kabupaten dan kota.
“Kami berharap sinergi dengan pemerintah daerah terus terjalin sehingga BPR dapat menjadi instrumen yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil,” pungkasnya.
Post Views: 16

7 hours ago
2















































