Asrun Lio Tegaskan Tak Ikut Pilrek UHO Kendari 2026: Saya Mau Raih Cita-Cita Jadi Guru Besar

10 hours ago 4

Kendari – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio, menegaskan dirinya tidak akan ikut dalam kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026 – 2030. Ia memilih kembali mengabdi sebagai dosen dan fokus meraih cita-citanya menjadi guru besar.

Asrun menyampaikan penegasan tersebut saat ditemui awak media di salah satu Gedung Jurusan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO Kendari, Selasa (2/6/2026).

Menurut Asrun, munculnya spekulasi mengenai dirinya akan maju sebagai calon rektor tidak terlepas dari momentum kepulangannya ke UHO Kendari yang bertepatan dengan tahapan pendaftaran bakal calon rektor.

Dia menjelaskan bahwa sejak 1 Mei 2026 dirinya telah resmi kembali ke UHO Kendari setelah menyelesaikan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.

“Selama ini saya sudah berproses pindah dan alhamdulillah sejak 1 Mei 2026 saya sudah kembali ke kampus UHO Kendari setelah menyelesaikan tugas di Pemprov Sultra. Kembalinya saya ini bertepatan dengan momentum pendaftaran Pilrek UHO Kendari, sehingga muncul berbagai spekulasi yang menyangkutkan saya,” katanya.

Alumnus UHO Kendari ini mengaku mengapresiasi perhatian masyarakat yang mengaitkan namanya dengan Pilrek UHO. Namun, ia menegaskan kepulangannya ke kampus bukan untuk maju sebagai calon rektor.

“Saya mengapresiasi itu semua karena momennya memang bersamaan. Masyarakat bisa saja menganggap saya akan maju sebagai rektor, padahal tidak. Kepulangan saya hanya semata-mata fokus ingin menjadi guru besar sebagaimana cita-cita dosen yang lain,” ujarnya.

Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris itu menyebut saat ini perhatian utama harus diberikan kepada para bakal calon rektor yang telah resmi mendaftarkan diri dalam kontestasi Pilrek UHO Kendari. Menurutnya, kehadirannya kembali di lingkungan kampus bertujuan memperkuat UHO Kendari melalui kontribusi sebagai tenaga pendidik.

“Saat ini yang paling penting adalah mendukung para bakal calon yang sudah mendaftarkan diri sebagai calon rektor. Kepulangan saya tentu untuk memperkuat kampus. Sebagai dosen, saya harus bisa memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus,” imbuhnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra ini juga menjelaskan bahwa seorang ASN memiliki kesempatan berkarier pada jalur struktural maupun fungsional sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seorang ASN sebenarnya bisa memilih jalur struktural atau fungsional, bahkan bisa menjalankan keduanya secara bersamaan sepanjang memenuhi kriteria dan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Birokrat yang khas dengan rambut putihnya itu menambahkan bahwa berbagai jabatan yang pernah diembannya selama ini merupakan amanah yang dijalankan sesuai ketentuan. Karena itu, setelah menyelesaikan pengabdian pada jabatan struktural, ia kini ingin menuntaskan target akademiknya.

“Sebagai ASN saya harus siap menjalankan amanah. Jabatan-jabatan yang diberikan selama ini saya jalani sesuai aturan. Sekarang fokus saya adalah kembali mengejar cita-cita yang belum tercapai, yaitu menjadi guru besar,” pungkasnya.

Mundur dari Sekda Sultra, Asrun Lio Digadang-gadang Menuju Kursi Rektor UHO Kendari

Post Views: 18

Read Entire Article
Rapat | | | |