Muna – Libur Idulfitri 1447 Hijriah membawa suasana berbeda di Danau Napabale, Desa Korihi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (22/3/2026). Sejak siang hari, kawasan ini dipadati wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam yang tak biasa, perpaduan danau dan laut dengan gradasi biru yang memanjakan mata.
Airnya tampak tenang, berwarna biru kehijauan di tepian, lalu berubah menjadi biru pekat ke arah tengah. Tebing karst yang mengelilingi danau seolah menjadi pagar alami, membuat suasana terasa eksotis sekaligus menenangkan. Tak heran, banyak pengunjung memilih berlama-lama hanya untuk duduk di pinggir danau, menikmati angin sepoi, dan panorama yang jarang ditemui di tempat lain.
Di tengah keindahan itu, berbagai wahana air menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung bisa menyewa ban pelampung dengan harga terjangkau, mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Wahana sederhana ini justru paling diminati, terutama oleh anak-anak dan keluarga yang ingin bersantai sambil mengapung di atas air yang jernih.
Suasana Danau Napabale Muna dari tangkapan gambar drone di Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (21/3/2026).Bagi yang ingin menjelajah lebih jauh, tersedia perahu rakit dengan tarif Rp100 ribu untuk mengelilingi danau. Dari atas rakit, pengunjung bisa menyaksikan lebih dekat perpaduan unik antara danau dan laut yang terhubung melalui lorong sempit di balik tebing.
Sementara itu, sensasi berbeda ditawarkan oleh wahana stand up paddle. Dengan tarif Rp100 ribu selama 30 menit, pengunjung bisa berdiri di atas papan dan mendayung perlahan di atas permukaan air yang tenang. Menariknya, paket ini juga dilengkapi dokumentasi drone selama lima menit, memungkinkan wisatawan mengabadikan momen dari sudut pandang udara dengan latar biru laut Napabale yang memukau.
Wahana lain yang tak kalah diminati adalah perahu kayak, dengan tarif mulai Rp120 ribu untuk durasi 30 menit, juga termasuk dokumentasi drone. Aktivitas ini memberikan pengalaman lebih dekat dengan alam, karena pengunjung dapat mengayuh sendiri perahu menyusuri sisi-sisi tebing dan menikmati keheningan danau.
Salah satu wisatawan, Cahaya (18), mengaku paling menyukai wahana kayak. Menurutnya, pengalaman mendayung di tengah air biru Napabale terasa berbeda, apalagi didampingi pemandu yang profesional.
“Rasanya seru sekali, bisa lihat langsung keindahan danau dari dekat. Aman juga karena ada yang memandu,” ujarnya.
Kombinasi antara panorama alam yang memikat dan beragam wahana air membuat Danau Napabale menjadi destinasi favorit saat libur Lebaran. Keindahan birunya bukan hanya untuk dipandang, tetapi juga bisa dirasakan langsung melalui berbagai aktivitas yang menyatu dengan alam.
Post Views: 214

6 hours ago
4















































