Konawe – Seorang warga bernama Annisa Pratama di Desa Ulu Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), melaporkan dugaan penipuan daring ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari, Jumat (20/3/2026).
Annisa mengalami kerugian sebesar Rp4,7 juta setelah menjadi korban penipuan saat hendak membeli ponsel iPhone 13 yang ditawarkan melalui media sosial.
Kejadian itu bermula pada Kamis (19/3/2026), ketika Annisa tertarik dengan ponsel yang diunggah terlapor bernama Angga di marketplace Facebook. Ia kemudian menghubungi Angga melalui WhatsApp hingga keduanya sepakat melakukan transaksi.
Kesepakatan transaksi berlangsung di rumah Rifki yang disebut sebagai sepupu Angga di Jalan Bunga Asoka, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sultra, pada Kamis (19/3) malam. Suami Annisa, Yamin, kemudian mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan pembayaran dan mengambil barang.
Di lokasi tersebut, Yamin bertemu dengan pria yang mengaku bernama Rifki. Keduanya lalu menuju salah satu agen BRILink di sekitar lokasi. Setibanya di BRILink itu, Yamin mentransfer uang sebesar Rp4,7 juta ke nomor rekening yang dikirimkan oleh Angga.
Setelah transfer, Yamin dan Rifki kembali menuju rumah Rifki untuk mengambil ponsel yang sudah dilunasi. Namun, Rifki tiba-tiba menyebutkan bahwa uang itu belum ia terima dari Angga. Saat itulah Yamin mulai curiga terhadap transaksi yang dilakukan.
“Suamiku pergi transfer ke BRILink dan Rifki ini ikut. Saya suruh Rifki ini jadi saksi. Pas sudah ditransfer saat mau pulang ke rumah Rifki untuk ambil ponsel, malah ditahan sama Rifki. Katanya ‘Tunggu, saya belum dikirimkan uang sama Angga’. Di situ suamiku heran. WhatsApp suamiku dan Rifki juga diblok oleh Angga,” jelas Annisa kepada Kendariinfo, Selasa (24/3/2026).
Saat keduanya kembali ke rumah Rifki, Rifki kemudian mengaku bahwa dirinya bukan sepupu Angga. Lelaki itu justru memberikan keterangan yang berubah-ubah dan membingungkan Yamin.
“Dan dia baru mengaku kalau Angga bukan sepupunya. Dia malah bilang ‘Saya kira kamu yang keluarga Angga’. Di situ kacau. Suamiku video call saya dan berkabar kalau dia ditipu. Saya sambil telepon grup sama om saya. Tapi, Rifki ini tidak mau ikut ke kantor polisi saat suami ajak,” jelas Annisa.
Annisa mengatakan sempat terjadi keributan antara suaminya dengan keluarga Rifki. Karena situasi yang tidak kondusif, suaminya lantas memilih pergi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih lagi saat menyadari ia hanya datang sendirian.
“Justru keluarganya bilang Rifki tidak ada urusannya dengan masalah ini. Suamiku dimarah-marahi sama keluarganya. Katanya kami yang ditipu, jadi jangan ajak-ajak Rifki. Karena itu dalam rumah, jadi suamiku pergi. Soalnya dia sudah dimarahi sama keluarganya, sementara dia hanya sendiri,” ungkapnya.
Setelah kejadian itu, Annisa memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.
“Uang hilang dan si Rifki ini pas kami hubungi di WhatsApp satunya, dia justru blok suamiku. Saya juga larang dia pergi di situ apalagi kalau tidak ada keluarga yang ikut. Karena itu, kami memutuskan melaporkan kasus ini ke polisi,” pungkas Annisa.
Post Views: 94

8 hours ago
5














































