Kendari – Total pengguna jalur laut melalui Pelabuhan Nusantara dengan tujuan Kendari – Raha, Sulawesi Tenggara (Sultra), tercatat sebanyak 27.532 jiwa hingga H+4 Lebaran 2026. Data tersebut dihimpun Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Kendari selama periode 13 hingga 24 Maret 2026.
Arus balik dari Kabupaten Muna menuju Kota Kendari mulai meningkat setelah Idulfitri, 1 Syawal 1447 Hijriah. Penumpang yang tiba umumnya datang bersama keluarga dan memanfaatkan transportasi laut untuk kembali ke Kota Kendari.
Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt. Rahman, mengatakan aktivitas arus balik masih berjalan normal dengan pelayanan kapal tetap berlangsung di masing-masing rute. Ia menyebut pada H+4 pergerakan penumpang masih terdistribusi dari beberapa pelabuhan di wilayah Kendari, termasuk Pelabuhan Nusantara yang melayani rute Kendari – Raha.
Para penumpang yang menggunakan layanan angkutan laut di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (25/3/2026).“Sekarang sudah masuk H+4, penumpang tadi pagi hanya satu kapal yang berangkat keluar, kemudian siang ini dua kapal penumpang tiket gratis asal Baubau dan Raha menggunakan kapal Express Cantika 07 serta Express Cantika 5E,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menambahkan, tingginya mobilitas penumpang juga dipengaruhi arus dari pelabuhan lain seperti Bungkutoko, Pangkalan Perahu, serta penyeberangan feri Wawonii yang turut menyumbang pergerakan menuju Kendari.
Untuk mengantisipasi lonjakan berikutnya, KSOP menyiagakan 29 armada kapal dalam melayani arus balik. Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada akhir pekan mendatang.
“Puncak arus balik diprediksi terjadi di tanggal 28 hingga 29 Maret 2026 nanti. Penumpang arus mudik tahun lalu di angka 23 persen, sedangkan penumpang arus mudik tahun ini di angka 35 persen,” jelasnya.
Post Views: 70

6 hours ago
5














































