Kisruh Rumah Tangga Pasutri di Kendari Viral, Suami dan Istri Beri Pengakuan Berbeda

11 hours ago 5

Kendari – Perselisihan rumah tangga pasangan suami istri berinisial H (26) dan MB (17) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini viral di media sosial (medsos). Perkara ini mencuat dari unggahan akun Facebook Mey Rin pada Selasa (24/3/2026). Dalam postingan tersebut, H mengaku ditinggalkan istrinya tanpa alasan jelas, sedangkan MB mengungkapkan versi berbeda.

Dalam unggahannya, H menyebut istrinya meminta izin pulang ke Kelurahan Salakan, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk berobat. Ia mengaku telah mengantar istrinya ke kampung halaman sebelum kembali ke Kendari seorang diri.

Namun setelah itu, H mengeklaim komunikasi terputus karena dirinya diblokir dan istrinya disebut mengaku sebagai janda di sana. Ia juga menuding adanya dugaan penipuan dalam pernikahan tersebut, padahal usia pernikahan mereka masih terbilang muda.

“Dia masih berstatus istri saya. Jangan percaya kalau dia mengaku janda,” tulis H dalam unggahannya.

Saat dikonfirmasi, H mengatakan dirinya mengenal MB di wilayah Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Sultra, sebelum akhirnya menikah di Banggai Kepulauan, Sulteng, pada 29 Januari 2026. Ia menyebut pernikahan dilakukan dengan mahar berupa emas dua gram dan uang tunai Rp35 juta.

Setelah menikah, keduanya sempat tinggal bersama di Kendari. Namun pada pertengahan Februari, H mengantar MB kembali ke Salakan untuk berobat, sementara ia kembali ke Kendari. Seiring waktu, H mengaku kehilangan kontak dengan istrinya. Ia tetap menyatakan ingin mempertahankan rumah tangga tersebut.

“Padahal saya masih ingin pertahankan pernikahanku tapi mereka tidak mau kalau saya hubungi. Tahu-tahu, dia mengaku janda di sana dan blokir saya,” ucap H.

Di sisi lain, MB membantah tudingan yang disampaikan suaminya. Ia menegaskan kepulangannya ke Salakan murni untuk berobat karena kondisi kesehatan yang menurun.

MB juga mengungkapkan adanya persoalan dalam rumah tangga mereka yang menurutnya menjadi penyebab utama dirinya memilih menjauh. Ia mengaku tidak sanggup dengan perlakuan suaminya dalam hubungan badan hingga berdampak pada kondisi fisiknya.

“Suami saya itu hiperseksualitas. Dalam sehari, dia mau berhubungan badan berkali-kali, meskipun saya sakit dan datang bulan, dia tetap memaksa, saya tidak sanggup sampai saya jatuh sakit. Saat sakit, dia masih mau minta lagi, makanya saya sakit dan sekarang masih belum pulih,” bebernya, Rabu (25/3).

Selain itu, MB membantah tudingan adanya modus penipuan dalam pernikahan mereka. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah dan mempertimbangkan langkah hukum karena dinilai mencemarkan nama baik keluarga.

“Kami masih membicarakan ini secara keluarga. Tudingan itu tidak benar,” ujar MB.

Saat ini, MB memilih fokus menjalani pengobatan dan mengaku mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan dengan suaminya. Sementara itu, persoalan keduanya masih dalam proses penyelesaian secara kekeluargaan.

Post Views: 229

Read Entire Article
Rapat | | | |