Kegiatan Perpisahan MAN 1 Kendari Dipersoalkan, Biaya Ratusan Juta Dipungut dari Siswa

20 hours ago 12

Kendari – Rencana kegiatan perpisahan siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari menuai sorotan dari sejumlah orang tua. Pasalnya, acara yang disebut-sebut akan digelar di halaman sekolah secara megah dengan anggaran ratusan juta rupiah itu dipungut dari iuran siswa sebesar Rp315 ribu per orang.

Keluhan muncul setelah total iuran dihitung berdasarkan jumlah siswa kelas akhir yang mencapai 370 orang, sehingga anggaran kegiatan diperkirakan menyentuh Rp116.550.000. Sejumlah orang tua menilai besaran biaya tersebut cukup memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan nominal iuran tersebut. Menurutnya, kegiatan perpisahan seharusnya bisa dilaksanakan secara sederhana tanpa membebani wali murid dengan biaya besar.

“Bagaimana itu, mau buat perpisahan baru uang dipungut dari siswa. Lumayan juga, kami disuruh mengumpul Rp315 ribu. Kenapa tidak buat saja sederhana kalau memang sekolah tidak ada uang,” ujarnya kepada Kendariinfo, Kamis (30/4/2026).

Namun, dana tersebut masih tentatif, karena besaran pembayaran nantinya akan menyesuaikan dengan jumlah pendamping yang hadir pada acara perpisahan.

“Kalau misalnya yang datang pendamping siswa cuma satu orang, biayanya Rp315 ribu. Tetapi kalau dua orang pendamping, biayanya jadi Rp350 ribu. Dia bertambah karena dihitung dari biaya konsumsi,” ucapnya.

Kata dia, biaya tersebut dikumpulkan melalui wali kelas masing-masing yang kemudian nantinya akan diserahkan ke panitia perpisahan.

Menurutnya, tidak semua orang tua siswa memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi biaya sebesar itu. Terlebih, jika tidak membayar, anaknya dikhawatirkan merasa dikucilkan karena tidak ikut serta dalam kegiatan perpisahan.

“Saya ini dilema, mau bayar tetapi lagi tidak ada uang. Tidak mau bayar juga saya takut anak saya nanti dikucilkan di sekolah sama teman-temannya,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kesepakatan perpisahan ini dilakukan secara sepihak tanpa persetujuan semua siswa. Pasalnya, anaknya tidak pernah mengikuti rapat bersama, baik dengan pihak sekolah maupun sesama siswa.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo, mengatakan bahwa perpisahan ini dilakukan atas dasar kemauan siswa dan tidak melibatkan pihak sekolah.

“Sekadar mengetahui (acara perpisahan), tetapi kalau mengenai pembayarannya itu semua mereka (siswa),” terangnya saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Jumat (1/5).

Pernyataan tersebut senada dengan yang disampaikan Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Kesiswaan, Zulrahmat Togala, yang menyampaikan bahwa perpisahan ini atas inisiatif para siswa. Sehingga saat itu dirinya menyampaikan agar membicarakan terlebih dahulu kepada wali murid.

“Ini inisiatif mereka sendiri, mau mengajukan perpisahan. Kemudian mereka menyampaikan tiga bulan lalu, tetapi saya bilang atur dulu, sampaikan dulu ke orang tua. Kalau memang diizinkan, tetapi syaratnya tidak bisa dilaksanakan di hotel, dilakukan secara sederhana saja di sekolah,” katanya, Jumat (1/5).

Sehingga saat itu dilakukan rapat bersama antara siswa (panitia perpisahan), guru, dan wali murid, yang kemudian menetapkan besaran biaya keperluan acara.

“Siswa mengajukan RAB ke orang tua, kemudian dibahas bersama. Kemudian diputuskan bersama, semula Rp350.000 yang diajukan, kemudian disepakati Rp315.000 (tidak wajib diikuti),” tuturnya.

Namun, kata dia, jika terdapat siswa yang tidak mampu membayar biaya tersebut, tetap diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan perpisahan dengan pendampingan wali murid.

“Kami tetap memberikan waktu dan kesempatan kepada orang tua yang tidak bisa membayar atau anak-anak (siswanya),” tegasnya.

Sebagai informasi, batas pembayaran iuran perpisahan tersebut ditetapkan hingga 2 Mei 2026. Sementara itu, kegiatan perpisahan direncanakan akan digelar pada 9 Mei 2026.

Post Views: 64

Read Entire Article
Rapat | | | |