Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengingatkan calon jemaah haji (CJH) untuk mewaspadai cuaca ekstrem di tanah suci yang berpotensi memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, Hasria, menyebut kondisi cuaca panas yang diperkirakan mencapai 40 derajat celsius menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko gangguan kesehatan, terutama ISPA. Penyakit ini kerap muncul akibat perubahan cuaca drastis, kelelahan, hingga penularan di tengah kerumunan jemaah.
“ISPA biasanya dipicu cuaca ekstrem, kelelahan, dan penularan saat berada di keramaian,” ujar Hasria usai pelepasan para calon jemaah haji di Asrama Haji Sultra, Kamis (30/4/2026).
Calon jemaah haji asal Kota Kendari. Foto: Istimewa.Selain ISPA, dua penyakit lain yang juga sering dialami jemaah yakni gangguan jantung dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Menurut Hasria, kondisi tersebut tidak selalu dipicu penyakit bawaan, tetapi juga bisa muncul karena kelelahan fisik dan tekanan selama menjalani rangkaian ibadah.
“Karena itu kami terus mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebelum berangkat,” katanya.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, jemaah diminta membawa perlengkapan pendukung seperti vitamin, obat pribadi, serta menjaga asupan cairan. Penggunaan masker, kacamata hitam, dan payung juga dianjurkan untuk melindungi diri dari paparan panas.
Jemaah juga diingatkan menyesuaikan aktivitas ibadah dengan kondisi tubuh agar tidak memaksakan diri di tengah suhu tinggi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kendari, Sunardin, menyebut jumlah calon jemaah haji asal Kota Kendari mencapai 546 orang atau sekitar 26,5 persen dari total jemaah Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang, yakni kloter 32, 34, 36, 39, dan 43.
“Keberangkatan dimulai 12 Mei 2026 dengan tiga penerbangan, lalu dilanjutkan 13 Mei satu penerbangan,” tutup Sunardin.
Post Views: 19

1 day ago
11












































