Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menutup rangkaian akhir tahun 2025 dengan menggelar zikir dan doa bersama di Masjid Agung Al-Kautsar Kendari, Rabu (31/12/2025) malam. Kegiatan keagamaan ini diikuti unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat umum.
Agenda tersebut diawali dengan salat magrib yg berjamaah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan zikir bersama. Momen ini menjadi ruang perenungan menjelang pergantian tahun.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghujung tahun merupakan waktu untuk melakukan refleksi atas perjalanan yang telah dilalui, sekaligus mensyukuri berbagai capaian yang diraih sepanjang tahun 2025.
Siska menyebut, tahun 2025 diwarnai berbagai dinamika dan tantangan yang memberi banyak pelajaran.
“Izinkan saya atas nama pemerintah dan juga pribadi menyampaikan refleksi, rasa syukur, sekaligus harapan kita bersama. Tahun ini bukan tahun yang biasa, namun tahun yang luar biasa,” ujar Siska dikutip dari laman Pemkot Kendari.
Ia menegaskan, sejak menerima amanah memimpin Kota Kendari bersama Sudirman pada 2025, pemkot berupaya menjalankan pemerintahan dengan fokus pada kerja nyata dan respons terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Pemkot Kendari memprioritaskan penguatan tata kelola pemerintahan, percepatan pelayanan publik, serta penataan arah pembangunan agar lebih terukur dan berkelanjutan.
Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat membaik, laju inflasi berada pada kondisi relatif terkendali, dan ketimpangan penduduk berangsur menurun. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari juga mengalami peningkatan dan menempatkan Kota Kendari pada peringkat keenam tertinggi secara nasional.
Di sektor pelayanan dasar, Pemkot Kendari memperkuat akses pendidikan dan kesehatan melalui penanganan stunting, pelaksanaan program cek kesehatan gratis, serta pemberian bantuan gizi dan kampanye pola hidup bersih. Hingga 31 Desember 2025, capaian cek kesehatan gratis di Kota Kendari mencapai 68,97 persen, tertinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sementara itu, pada sektor infrastruktur, Pemkot Kendari mulai melakukan perbaikan jalan, penguatan sistem penyediaan air bersih, penataan kawasan permukiman, serta pengendalian banjir dan peningkatan kesiapsiagaan bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Siska juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, mengingat posisi Kota Kendari sebagai kota pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Ia mengajak peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk RT dan RW, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah secara tertib.
Post Views: 105

1 day ago
14












































