Muna – Pembangunan dan rehabilitasi tiga bendung strategis di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai memperkuat suplai air irigasi untuk ribuan hektare lahan persawahan. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi Bendung Laiba, Bendung Labulu-Bulu, dan Bendung Kolasa. Ketiganya menopang kebutuhan air irigasi di Kecamatan Parigi dan Kabawo.
Bendung Laiba merupakan proyek pembangunan baru yang dirancang untuk mengairi lahan persawahan seluas 615,84 hektare. Bendung ini bertujuan mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan. Meski konstruksi fisik telah rampung, fungsinya belum sepenuhnya optimal karena jaringan saluran irigasi masih dalam tahap penyelesaian.
Penampakan Bendung Laiba di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Foto: Istimewa.Sementara itu, Bendung Labulu-Bulu direhabilitasi untuk mengoptimalkan kembali suplai air ke lahan pertanian seluas 697,47 hektare. Adapun Bendung Kolasa juga ditingkatkan kapasitasnya agar mampu menampung dan menyalurkan air secara lebih efektif. Setelah direhabilitasi, Bendung Kolasa diperkirakan mampu mengairi sawah hingga 1.796,59 hektare, menjadikannya salah satu infrastruktur irigasi vital di wilayah tersebut.
PPK Irigasi dan Rawa 1 BWS Sulawesi IV Kendari, Wagiyo, mengatakan saat ini sejumlah titik pada saluran irigasi mengalami kerusakan yang menyebabkan kebocoran dan pemborosan air.
“Untuk sementara kami melakukan langkah darurat dengan menggunakan pompa agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi sambil proses perbaikan saluran berlangsung,” ujar Wagiyo, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi ketiga bendung tersebut sangat penting untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang makin sulit diprediksi.
Dari sisi anggaran, anggota DPR RI asal Kabupaten Muna, Sultra, Ridwan Bae, turut memperjuangkan alokasi dana pembangunan Bendung Laiba serta rehabilitasi Bendung Kolasa dan Labulu-Bulu pada tahun anggaran 2025. Total pagu anggaran yang dikucurkan mencapai Rp28,50 miliar.
Dengan dukungan infrastruktur irigasi tersebut, indeks pertanaman (IP) padi di Muna yang saat ini masih berada pada IP 100 ditargetkan meningkat bertahap menjadi IP 200 hingga IP 300. Peningkatan indeks tanam ini diproyeksikan mampu mendongkrak produksi padi sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Muna dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Post Views: 73

4 hours ago
3












































