Kendari – Seorang pelajar bernama Aisyahrani (13), warga Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Saudara Aisyahrani yang berinisial RS mengungkapkan, sebelum dinyatakan hilang, ia sempat meninggalkan rumah dengan alasan hendak mengunjungi temannya yang bernama Dinda pada Selasa (24/3/2026), sekitar pukul 12.00 Wita.
Saat itu ia pergi sembari mengenakan kaus berwarna cokelat, celana panjang berwarna hitam, serta jilbab dengan model pashmina.
“Dia pamit ke bapak, katanya mau main ke lorong sebelah,” ujar RS kepada Kendariinfo, Minggu (29/3) pagi.
Setelah meninggalkan rumah di hari itu, RS mengatakan, salah seorang rekan Aisyahrani bernama Shyta melihatnya sedang berdiri di pinggir jalan. Ia kemudian bertanya mengenai tujuannya namun tidak dihiraukan.
“Dia mau menuju ke warung untuk membeli sesuatu menggunakan motor. Dia sempat berhenti karena saat itu melihat Aisyah yang sedang berdiri di pinggir jalan,” terangnya.
“Sempat bertanya pada Aisyah ‘eh Icha kita (kamu) mau kemana’, tapi pertanyaan tersebut tidak digubris oleh Aisyah karena saat itu Aisyah lagi sibuk menelepon seseorang,” sambungnya.
Karena tak dihiraukan, Shyta kemudian melanjutkan perjalanannya. Namun, kata RS, setelah kembali, Shyta tak lagi mendapati Aisyahrani berada di tempat yang tadi. Beberapa anak-anak di sekitar lokasi, sempat melihat Aisyahrani dijemput oleh seorang pria. Pria itu datang sembari membawa anak kecil dengan usia sekitar empat tahun.
“Ciri-ciri pria tersebut tidak sempat mereka sebutkan, tetapi yang anak-anak itu katakan si penjemput itu membawa seorang anak kecil yang kisaran umur empat tahun,” jelas RS.
Saat RS tak sengaja bertemu dengan Dinda di hari yang sama, ia bertanya mengenai keberadaan saudaranya. Namun, Dinda mengaku tak mengetahui keberadaannya.
“Saya tanyakan, dia bilang belum pernah bertemu sehari itu,” katanya.
Aisyahrani kemudian tak kembali ke rumah setelah meninggalkan rumah di hari itu. Namun, kata RS, saudaranya itu sempat menghubungi salah seorang sepupunya bernama Risma melalui panggilan video pada malam harinya. Saat Risma bertanya mengenai keberadaannya, ia mengaku sedang bersama teman wanitanya dan hendak menginap.
“Risma sempat bertanya ‘Icha kamu di mana?’ Dia jawab ‘sama teman,’ terus dia tanya lagi ‘Kamu tidak pulang?’ terus Aisyah dia bilang tidak, mau menginap,” bebernya.
Selang dua hari kemudian, Aisyahrani belum juga kembali ke rumah. Pihak keluarga pun segera melakukan pencarian. Di tengah upaya tersebut, RS mengungkapkan bahwa Aisyahrani sempat tiba-tiba menghubunginya pada Kamis (26/3).
“Sekitar tanggal 26, pada saat kami sudah sibuk mencari, sekitar pagi hari ada chat dari WA-nya dan dia bilang ‘tidak usah cari saya karena saya lagi sama teman cewek saya, nanti sore baru diantar,’” ungkap RS.
Namun, hari berganti, Aisyah masih belum juga nampak. Bahkan seluruh akses komunikasi, termasuk media sosial miliknya tak dapat lagi dihubungi. Upaya pencarian pun berujung pada laporan ke pihak kepolisian pada Jumat (27/3).
Masyarakat yang mengetahui keberadaan Aisyahrani dapat menghubungi Siaga Polsek Abeli melalui nomor telepon 082346142201, Bhabinkamtibmas setempat melalui nomor telepon 081243327559, atau langsung menghubungi pihak keluarga atas nama Misna melalui nomor telepon 085238523020.
Post Views: 114

16 hours ago
4














































