Kendari – Sejumlah lokasi perayaan malam tahun baru di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memilih meniadakan pesta kembang api sebagai bentuk kepatuhan terhadap imbauan pemerintah. Kebijakan tersebut dilakukan oleh manajemen Claro Hotel Kendari maupun penyelenggara Nataru Festival 2025.
Marketing Communication Manager Claro Hotel Kendari, Ima, menyampaikan manajemen hotel memutuskan untuk tidak menggelar pertunjukan kembang api pada malam pergantian tahun. Keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus penghormatan terhadap imbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan pihak kepolisian.
Menurut Ima, langkah tersebut juga didasari rasa empati dan solidaritas kepada masyarakat di sejumlah daerah, khususnya di Sumatra, yang tengah terdampak bencana. Meski tanpa pesta kembang api, rangkaian acara malam tahun baru di Claro Hotel Kendari tetap berjalan dengan konsep aman dan nyaman bagi para tamu.
Suasana wahana bermain Tambat Labuh di kawasan Kendari Beach, Jalan Ir. H. Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat. Foto: Istimewa. (5/2/2022).Kepatuhan serupa juga ditunjukkan penyelenggara Nataru Festival 2025 di Anjungan Teluk Kendari. Ketua Komunitas Kuliner Kendari (Tripelka), Ahmad Joni Sembodo, menegaskan pihaknya mengikuti sepenuhnya instruksi pemerintah terkait larangan kembang api.
“Kami dari Tripelka tetap mengikuti instruksi pemerintah. Postingan flyer pesta kembang api diposting sebelum adanya imbauan larangan, walaupun acara kembang api yang dimaksud dalam skala kecil, kami tetap mengikuti arahan pemerintah. Kami juga mengimbau agar pengunjung tidak membakar kembang api di acara malam ini,” kata Joni.
Ia menjelaskan, rencana awal Nataru Festival 2025 memang sempat mencantumkan agenda pesta kembang api. Namun setelah terbitnya imbauan resmi, seluruh rangkaian tersebut dibatalkan dan panitia memilih fokus pada kegiatan hiburan lain yang telah disiapkan.
Post Views: 122

2 days ago
15












































