Kendari – Wanita berinisial SU (44), korban dugaan pemerkosaan dan pencurian yang dilakukan mantan suaminya berinisial IQ (44) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meluruskan narasi yang beredar di media sosial. SU menyayangkan adanya unggahan yang menurutnya menggiring opini terkait penanganan kasus yang dialaminya.
SU sebelumnya mengalami kejadian tersebut saat sedang tertidur di rumahnya di BTN Permata Anawai, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 02.30 Wita. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kendari hingga polisi mengamankan IQ, Kamis (17/9).
“Sebelumnya saya kaget melihat video-video yang beredar, seolah-olah ada masalah dengan polisi karena saya bertemu mantan suami di kantor polisi,” kata SU, Senin (21/9).
Polisi saat mempertemukan pelaku berinisial IQ (44) dan mantan istrinya SU (44) di Polresta Kendari. Foto: Istimewa. (17/9/2026).SU menjelaskan dirinya datang ke Polresta Kendari setelah mendapat informasi bahwa mantan suaminya telah diamankan polisi. Kedatangannya untuk memastikan barang-barang miliknya yang sebelumnya dilaporkan hilang.
“Setelah saya cek perhiasan yang telah diambil mantan suami saya, semuanya ada, cocok, sudah didapat sama polisi,” ujarnya.
Menurut SU, pertemuannya dengan IQ di kantor polisi berlangsung tanpa persoalan. Ia mengatakan pertemuan tersebut terjadi karena mantan suaminya ingin meminta maaf secara langsung sekaligus meminta agar laporan terhadap dirinya dicabut dengan alasan mempertimbangkan kondisi anak-anak mereka.
“Mantan suami saya minta cabut laporan alasan anak-anak, tapi saya biarkan dia jalani hukuman, siapa tahu bisa berubah. Karena persoalan anak, nanti saya yang urus, itu yang kami bahas dan saya sampaikan ke mantan suami saya,” tegasnya.
SU juga meluruskan video yang memperlihatkan dirinya menangis saat berada di kantor polisi. Ia menegaskan air matanya bukan karena mendapat bentakan atau perlakuan buruk dari anggota kepolisian.
“Jadi, saya menangis itu bukan karena dibentak polisi. Sekali lagi saya tegaskan, bukan karena dibentak polisi,” katanya.
SU mengatakan dirinya menangis karena mendengar ucapan mantan suaminya yang masih membicarakan kepedulian terhadap anak-anak mereka. Ia juga mengaku sedih karena tidak menyangka peristiwa tersebut terjadi kepada dirinya.
“Saya sedih saja apalagi bahas masalah anak-anak. Saya justru ditenangkan sama polisi, jangan disalahartikan,” ujarnya.
SU mengaku selama IQ belum diamankan, dirinya terus merasa khawatir dan tidak nyaman. Setelah polisi menangkap mantan suaminya dan menemukan barang-barang yang dilaporkan hilang, ia mengaku kini merasa lebih tenang.
“Bagaimanapun, Buser 77 dan jajaran Polresta Kendari yang berupaya keras menangkap pelaku sampai menemukan semua barang-barang saya. Alhamdulillah, saya bisa tenang sekarang,” ucapnya.
SU berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Ia juga meminta kasus yang dialaminya tidak digunakan untuk membangun narasi yang menyerang institusi kepolisian tanpa melakukan konfirmasi kepadanya.
“Intinya, polisi yang membantu saya dan saya sangat mengapresiasi kinerja cepat mereka. Sekali lagi, saya mohon stop sampai di sini menggiring opini dan menyebarkan video-video itu,” pungkasnya.
Wanita di Kendari Disekap lalu Diperkosa Mantan Suami, Barang Berharga Korban Dicuri
Post Views: 33

11 hours ago
10















































