SPPG Watubangga di Kendari Disetop Sementara Usai 57 Siswa Diduga Keracunan MBG

8 hours ago 11

Kendari – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga setelah 57 siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Askar Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (18/9/2026).

Penghentian sementara tersebut dilakukan setelah sejumlah siswa mengeluhkan pusing dan mual seusai mengonsumsi makanan yang disalurkan dari dapur SPPG Watubangga, Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, membenarkan operasional SPPG Watubangga telah dihentikan sementara. “SPPG-nya sudah disuspend,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi Kendariinfo, Senin (21/9).

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Regional Sultra, Maharany Puspaningrum, mengatakan penghentian operasional SPPG Watubangga dilakukan berdasarkan Surat Pemberhentian Operasional Sementara yang diterbitkan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN.

Menurut Maharany, selama penghentian sementara berlangsung, BGN melakukan evaluasi terhadap seluruh proses penyelenggaraan MBG di SPPG tersebut.

“Selama penghentian sementara dilakukan evaluasi terhadap SPPG,” ujarnya.

Maharany mengatakan evaluasi mencakup proses pengadaan bahan pangan, penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemorsian, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

BGN juga telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian yang dialami para siswa.

“Untuk sampel sudah dilakukan pemeriksaan dan masih menunggu hasil. Sejauh ini menunggu hasil dari Labkes Provinsi,” kata Maharany.

Sebelumnya, sebanyak 57 siswa Al Askar Kendari dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG. Para siswa kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Maharany menyebutkan data yang dihimpun BGN mencatat sebanyak 57 siswa terdampak dalam kejadian tersebut. Perbedaan jumlah itu terjadi karena data BGN masih dalam proses penghimpunan dan penanganan.

Pihak SPPG Watubangga, kata Maharany, turut menjemput dan mengantar siswa yang mengalami keluhan kesehatan ke fasilitas kesehatan. BGN juga menyatakan biaya pengobatan dan perawatan siswa terdampak menjadi tanggung jawab pihaknya.

Pada Minggu (20/9), jumlah siswa yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Lepolepo tersisa dua orang.

Adapun makanan yang dibagikan kepada siswa dalam program MBG tersebut terdiri atas nasi putih, ikan tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng.

BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menentukan tindak lanjut terhadap SPPG Watubangga.

Untuk diketahui, berdasarkan data awal, sebanyak 58 siswa diduga mengalami keracunan. Namun, setelah dikonfirmasi kembali kepada BGN Regional Sultra, data terbaru menunjukkan jumlahnya sebanyak 57 siswa.

https://kendariinfo.com/58-siswa-madrasah-di-kendari-diduga-keracunan-usai-santap-menu-mbg-polisi-periksa-sppg/amp/

Post Views: 0

Read Entire Article
Rapat | | | |