Kendari – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58, dimanfaatkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Sultra untuk melakukan reorganisasi dan memperkuat kredit fisik di 2026, sekaligus menyiapkan penandatanganan integrasi kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) dalam waktu dekat, Senin (2/2/2026).
Direktur Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan restrukturisasi organisasi dilakukan untuk mempercepat laju pertumbuhan bisnis dan memaksimalkan potensi ekonomi daerah.
“Untuk berlari lebih cepat di 2026 ini kami melakukan reorganisasi bank. Salah satunya fokusnya di segmen di fisik kredit,” ujar Andri.
Ia menjelaskan, struktur baru akan memisahkan unit wholesale dan retail agar strategi bisnis lebih tajam serta penetrasi pasar lebih luas. Langkah tersebut juga dibarengi penguatan tata kelola melalui penerapan tiga lini pertahanan (three lines of defense) untuk menjaga keamanan pengelolaan keuangan.
Selain reorganisasi, Bank Sultra juga segera meneken kerja sama akses data dengan Dinas Dukcapil secara real time.
“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan penandatanganan kerja sama akses data Dukcapil secara real time,” katanya.
Integrasi ini ditargetkan memangkas waktu proses kredit dan pembukaan rekening secara signifikan. Andri menyebut langkah tersebut juga menjadi bagian dari implementasi standar keamanan informasi ISO 27001 yang telah diraih Bank Sultra.
Di sektor inklusi keuangan, Bank Sultra juga memperluas layanan melalui program Laku Pandai bertajuk ANOA Link. Hingga saat ini, sebanyak 100 agen telah beroperasi di berbagai wilayah Sultra untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
“Posisi hari ini kita sudah ada 100 agen,” ungkapnya.
Penguatan keamanan siber turut menjadi fokus, seiring percepatan transformasi digital perbankan.
“Keamanan data nasabah merupakan prioritas utama dan komitmen mutlak kami untuk terus berinvestasi pada infrastruktur keamanan cyber yang mutakhir demi menjaga keamanan data dan kepercayaan nasabah,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, mengingatkan potensi tekanan ekonomi global yang dapat berdampak pada daerah, termasuk gangguan pasokan minyak mentah yang berpotensi memicu inflasi.
“Karena terjadi gangguan terhadap pasokan minyak mentah, maka mau tidak mau harga minyak mentah akan naik. Harga minyak mentah akan naik, maka akan terjadi pada distribusi bahan pokok. Terjadi gangguan terhadap distribusi bahan pokok, maka akan terjadi kelangkaan. Maka inflasi akan meningkat,” tutur Andi.
Ia menilai Bank Sultra memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk mendorong pembiayaan UMKM dan mendukung distribusi keuangan pemerintah.
Post Views: 161

6 hours ago
4













































