Kendari – Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari menjadwalkan perkuliahan perdana Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) pada akhir Agustus atau awal September 2026.
Rencana tersebut disiapkan setelah proses penerimaan mahasiswa baru program kedokteran rampung dan kuota sebanyak 50 mahasiswa terpenuhi. Kampus kini mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum mahasiswa mengikuti perkuliahan perdana.
Rektor UM Kendari, Muhammad Nurdin, menyebut persiapan tidak hanya menyangkut mahasiswa, tetapi juga kesiapan tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan kedokteran. Kampus memastikan kebutuhan minimal enam tenaga pendidik bergelar doktor telah terpenuhi.
Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Muhammad Nurdin. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (5/8/2026).UM Kendari juga mendapat pembinaan dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Universitas tersebut telah memiliki akreditasi unggul dan pengakuan internasional.
Pembinaan itu menjadi bagian dari upaya UM Kendari memastikan pelaksanaan pendidikan kedokteran berjalan sesuai kebutuhan. Kampus juga menyiapkan pengganti apabila terdapat dosen yang harus meninggalkan kampus karena lulus sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Dari sisi sarana, UM Kendari menyebut fasilitas pendidikan kedokteran yang disiapkan menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Indonesia Timur. Kesiapan fasilitas tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang dimulainya perkuliahan.
“Seleksi FKIK sekarang sudah ditutup. Sangat cepat peminat-peminat di Sulawesi Tenggara ini untuk memenuhi sesuai dengan kuota kita,” kata Nurdin kepada Kendariinfo, Rabu (5/8/2026).
Kuota mahasiswa yang akan mengikuti perkuliahan perdana berjumlah 50 orang. Jumlah tersebut terpenuhi setelah pendaftar Program Studi Kedokteran mencapai 227 orang dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru.
Peminat program tersebut berasal dari berbagai daerah. Selain dari Sulawesi Tenggara (Sultra), calon mahasiswa juga berasal dari wilayah perbatasan seperti Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar).
UM Kendari juga mulai menyiapkan rencana pengembangan pendidikan kedokteran melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Salah satunya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana untuk menyiapkan calon dokter yang diharapkan kembali mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan.
Skema serupa juga ditawarkan kepada sejumlah pemkab lainnya di Sultra. Beberapa kepala daerah disebut telah datang ke UM Kendari untuk membicarakan kemungkinan pengalokasian calon mahasiswa dari daerah masing-masing.
Dengan seluruh kuota mahasiswa telah terpenuhi, UM Kendari kini mengarahkan persiapan pada pelaksanaan perkuliahan perdana yang dijadwalkan berlangsung akhir Agustus atau awal September 2026. Aktivitas perkuliahannya sendiri berada pada gedung baru fakultas yang berada di Desa Konda, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Post Views: 14

1 day ago
14















































