Kuliah Umum di Kendari, Menteri Ketenagakerjaan Ungkap 4 Sektor Ekonomi Baru Pembuka Lapangan Kerja

1 day ago 12

Kendari – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia (RI), Yassierli, mengungkap empat sektor ekonomi baru yang diperkirakan membuka banyak lapangan kerja sekaligus mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Yassierli dalam Kuliah Umum Peran Perguruan Tinggi dalam Penyampaian Talenta Masa Depan di Universitas Muhammadiyah Kendari (UM) Kendari, Rabu (5/8/2026).

Empat sektor tersebut meliputi ekonomi digital dan kreatif, ekonomi berbasis kecerdasan buatan dan teknologi, ekonomi hijau, serta ekonomi yang berorientasi pada kepedulian dan manusia.

Yassierli mengatakan perubahan dunia kerja tidak dapat dilepaskan dari tiga pendorong utama yang saat ini berkembang secara global. Ketiganya adalah kecerdasan buatan dan digitalisasi, transisi hijau dan keberlanjutan, serta perubahan demografi dan ekonomi berbasis kepedulian.

Menurutnya, perkembangan tersebut mulai menciptakan jenis pekerjaan baru yang sebelumnya belum banyak dikenal masyarakat.

Salah satu contohnya adalah ekonomi digital dan kreatif yang berkembang melalui pemasaran afiliasi di berbagai platform digital. Masyarakat dapat memperoleh penghasilan dengan mempromosikan produk melalui platform seperti TikTok dan Shopee.

“Yang pertama adalah digital dan creative economy. Mungkin sudah banyak yang mengenal affiliate marketing. Pekerjaannya mempromosikan produk melalui TikTok dan Shopee,” kata Yassierli.

Ia menilai perkembangan pemasaran digital menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengubah cara masyarakat mengenalkan dan menjual sebuah produk. Produk sederhana sekalipun dapat memperoleh perhatian besar ketika dipromosikan secara masif melalui media digital.

Selain ekonomi digital dan kreatif, Yassierli menyebut ekonomi yang digerakkan oleh kecerdasan buatan dan teknologi sebagai sektor yang akan semakin berkembang. Menurutnya, penerapan teknologi tersebut telah banyak digunakan perusahaan-perusahaan maju.

Sektor berikutnya adalah ekonomi hijau yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan. Adapun sektor keempat ialah ekonomi yang berpusat pada kepedulian dan manusia.

Yassierli mengatakan perkembangan empat sektor tersebut akan memberikan dampak besar terhadap dunia kerja. Perguruan tinggi, katanya, harus mampu menyesuaikan pendidikan dengan perubahan tersebut agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan.

“Peluang-peluang ini sudah mulai terlihat dan akan berpengaruh sangat besar. Dampaknya, banyak pekerjaan baru yang tercipta sehingga kampus harus siap memproduksi talenta untuk kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Namun, perkembangan teknologi juga membawa tantangan. Yassierli menyebut puluhan juta pekerjaan berpotensi hilang akibat perubahan teknologi dan pola kerja.

Karena itu, perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan dengan kemampuan akademik. Kampus harus mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan yang sesuai dengan perubahan kebutuhan industri.

Yassierli juga mendorong UM Kendari menjadi salah satu perguruan tinggi yang memimpin pemanfaatan teknologi. Ia mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak dipandang sebagai ancaman yang harus dihindari.

“Saya harap Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi pemimpin dalam adopsi teknologi. Teknologi tidak boleh kita lawan. Apa pun yang memberikan kebaikan bagi masyarakat dan bangsa harus kita kejar,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mengatakan penguatan sumber daya manusia (SDM) harus berjalan seiring dengan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki daerah.

Menurutnya, sumber daya alam memiliki batas waktu, sedangkan SDM dapat terus dikembangkan melalui pendidikan dan peningkatan kompetensi.

“SDM adalah pilar utama dalam rangka menggerakkan sumber daya alam. Walaupun kita punya sumber daya alam, kalau tidak dikelola oleh orang-orang yang tepat, pengelolaannya tidak akan tepat sasaran,” kata Andi Sumangerukka.

Ia berharap Kementerian Ketenagakerjaan memberikan ruang bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra untuk menyampaikan secara langsung kebutuhan tenaga kerja dan SDM yang sesuai dengan karakteristik industri di daerah.

“Kami memohon kepada Bapak Menteri untuk memberikan kesempatan kepada kami menyampaikan kebutuhan SDM dan tenaga kerja yang diperlukan di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Di sisi lain, Rektor UM Kendari, Muhammad Nurdin, mengatakan kampusnya memiliki sejumlah bidang keilmuan yang dapat mendukung kebutuhan industri di Sultra. Bidang tersebut antara lain mekanika, teknik geologi, teknik kimia, dan sejumlah bidang keahlian lainnya.

Ia mengatakan UM Kendari tengah mendorong penguatan kompetensi mahasiswa dan calon tenaga kerja melalui sertifikasi agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.

Menurut Nurdin, langkah tersebut menjadi penting karena aktivitas industri di Sultra diperkirakan masih akan berkembang dalam jangka panjang. Karena itu, daerah membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“Kami juga meminta dukungan pemerintah untuk penguatan lembaga pelatihan kerja (LPK), karena program pelatihan yang tersedia saat ini masih perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” katanya.

Kuliah Umum Menteri Ketenagakerjaan di Kendari Soroti Fenomena Unmatch Worker

Post Views: 17

Read Entire Article
Rapat | | | |