Desa Wisata Namu, Konsel Bersiap Jadi Tuan Rumah Kegiatan Internasional 8 Negara

9 hours ago 5

Konawe Selatan – Desa Wisata Namu di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap menjadi tuan rumah kegiatan internasional yang melibatkan peserta dari delapan negara. Dalam agenda bertajuk Global Cultural Immersion Program 2026, Outing Class Internasional itu, peserta akan mengikuti rangkaian eduwisata hingga aktivitas diving dan snorkeling.

Program yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 ini memadukan konsep edukasi dan pariwisata. Para peserta nantinya tidak hanya terlibat dalam sesi akademik dan pertukaran budaya, tetapi juga diajak mengeksplorasi potensi alam serta kearifan lokal Desa Namu.

Ahmad Nizar, perwakilan pengelola Desa Wisata Namu yang juga tergabung dalam tim panitia, mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari melalui Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi.

“Kami mewakili pengelola, pemerintah dan masyarakat Desa Wisata Namu tentu berterima kasih kepada UM Kendari, yang sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini masih konsisten komitmennya untuk membantu pengembangan Desa Wisata Namu, salah satunya melalui kegiatan berskala internasional seperti ini. Pada prinsipnya Desa Wisata Namu sudah siap menyambut kedatangan peserta kegiatan, dengan sejumlah agenda yang telah dibahas bersama,” ujar Nizar melalui keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data awal, peserta berasal dari Filipina, Tanzania, Pakistan, Rwanda, Cina, Kenya, Madagaskar, dan Palestina. Jumlah sementara diperkirakan sekitar 20 peserta, belum termasuk pendamping sehingga totalnya bisa mencapai 30 hingga 40 orang.

“Untuk data awal peserta yang akan hadir berasal dari 8 negara yang kemungkinan besar berjumlah total sekitar 20-an peserta ditambah pendamping jadi sekitar 30 hingga 40-an orang,” jelasnya.

Namun demikian, Nizar menegaskan jumlah tersebut masih bersifat sementara karena kedatangan peserta tidak dilakukan secara bersamaan.

“Data ini masih data awal, finalnya mungkin satu minggu sebelum kegiatan, karena tidak bersamaan datang. Ada yang sudah lebih dulu di Indonesia, ada yang sudah di Kota Kendari, ada juga yang mendekati hari kegiatan baru datang,” tambahnya.

Dalam kegiatan internasional ini, peserta akan mengikuti Academic and Cultural Exchange Session, Campus Exploration, serta Networking with International Students. Mereka juga akan menikmati Authentic Local Culinary Experience dan memperoleh International Participation Certificate.

Tak hanya fokus pada akademik, panitia turut menyiapkan agenda Explore Desa Wisata Namu, diving, snorkeling, dan berbagai aktivitas watersport. Seluruh peserta akan dikenakan kontribusi dalam mengikuti program tersebut.

Post Views: 117

Read Entire Article
Rapat | | | |