Kendari – Maskapai Indonesia AirAsia resmi membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan sejumlah kota di Sulawesi melalui jaringan penerbangan dari Surabaya dan Makassar. Kedatangan pesawat perdana di Bandara Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (7/3/2026), disambut dengan prosesi water salute sebagai tanda dimulainya layanan rute tersebut.
Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 734 mendarat sekitar pukul 09.00 Wita di Bandara Haluoleo. Momen ini sekaligus menandai dimulainya operasional rute yang menghubungkan Surabaya dengan Makassar serta sejumlah kota di Sulawesi, termasuk Kota Kendari, Palu, dan Luwuk.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Achmad Sadikin Abdurachman, mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan bagian dari strategi maskapai untuk memperluas konektivitas domestik, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, Makassar kini diposisikan sebagai virtual hub yang memudahkan masyarakat dari berbagai kota di Sulawesi melakukan perjalanan dalam satu rangkaian penerbangan yang lebih efisien.
“Dengan hadirnya rute baru ini, diharapkan arus pergerakan masyarakat antarpulau menjadi lebih lancar dan terjangkau, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi,” kata Achmad.
Ia menjelaskan, jaringan penerbangan tersebut juga terhubung dengan rute internasional AirAsia Group. Penumpang dari Kota Kendari, Palu, maupun Luwuk dapat melanjutkan perjalanan ke luar negeri, termasuk menuju Kuala Lumpur melalui layanan fly thru di Makassar.
Ekspansi rute ini, lanjutnya, juga didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat ke Pulau Sulawesi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025. Sulawesi Selatan (Sulsel) tercatat memiliki lebih dari 42,5 juta perjalanan wisatawan nusantara, disusul Sultra dengan 13,3 juta perjalanan dan Sulawesi Tengah (Sulteng) sebanyak 11,6 juta perjalanan.
Dari sisi operasional, AirAsia mengoperasikan rute Surabaya – Makassar sebanyak 21 kali dalam sepekan atau tiga kali setiap hari dengan nomor penerbangan QZ 734, QZ 730, dan QZ 732.
Sementara itu, rute Makassar – Kendari serta Makassar – Palu dilayani dua kali setiap hari atau 14 kali dalam sepekan. Adapun rute Makassar – Luwuk dioperasikan sekali setiap hari dengan frekuensi tujuh kali dalam sepekan.
“Kami akan melayani rute Kendari – Makassar sebanyak dua kali sehari atau setiap hari,” ujarnya.
Pembukaan rute baru tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Mewakili Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Setda Sultra La Ode Fasikin, menyebut ekspansi maskapai ini menjadi langkah penting dalam membuka akses daerah.
“Langkah ini bukan sekadar penambahan rute, tetapi juga upaya untuk lebih menjangkau masyarakat. Ini adalah kemajuan besar bagi daerah dalam memperkuat posisi Sultra yang makin terbuka secara akses, sehingga pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan merata,” tutur Fasikin.
Ia menilai kemudahan transportasi udara akan mempermudah investor datang ke Sultra sekaligus mendorong kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengeksplorasi potensi pariwisata daerah.
Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, Captain Mochammad Mauluddin, yang menilai kehadiran AirAsia menambah pilihan transportasi udara bagi masyarakat, terutama menjelang periode angkutan Lebaran.
“Adanya penerbangan ini menambah kesiapan kita dalam menghadapi lonjakan penumpang saat Lebaran nanti. Kami berharap ada keberlanjutan penerbangan domestik di wilayah ini. Semoga kehadiran AirAsia membawa berkah bagi Bandara Haluoleo,” jelas Mauluddin.
Sementara itu, Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto, mengatakan masuknya maskapai baru diharapkan dapat menciptakan persaingan yang sehat antar maskapai sehingga tarif tiket pesawat menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.
Meski demikian, ia menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam operasional penerbangan di bandara tersebut.
“Tetap pelayanan safety itu nomor satu, kami diawasi ketat oleh pemerintah pusat, yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar. Inspektrunya juga rutin mengecek ke sini baik terkait safety dan lain sebagainya sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Denny.
Post Views: 154

6 hours ago
1













































