Jakarta, CNN Indonesia --
Inggris baru-baru ini mengumumkan larangan impor seluruh barang dari permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Langkah ini sebagai bentuk dukungan London terhadap Palestina.
Menteri Luar Negeri Inggris Ed menegaskan Inggris tak lagi bisa diam menyaksikan penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza maupun Tepi Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kita menolak untuk menjadi penonton atas penderitaan lebih lanjut dan kehancuran solusi dua negara," kata dia pada Selasa (8/9).
Langkah blokade dagang itu kemudian diikuti 11 negara lain seperti Spanyol, Norwegia, Irlandia, Prancis, Denmark, Kanada, Islandia, Finlandia, Portugal, Swedia, dan Polandia.
Langkah tersebut juga muncul di tengah upaya perluasan permukiman ilegal yang dilakukan pemerintahan Benjamin Netanyahu di Palestina.
Apa saja produk Israel dari permukiman ilegal di Tepi Barat yang diekspor ke luar negeri?
Barang-barang yang diekspor dari permukiman ilegal di Tepi Barat sebagian besar di sektor agrikultur, sumber daya alam, dan manufaktur ringan.
Namun tak ada data publik yang akurat di Israel mengenai ekspor dari permukiman ilegal. Produk mereka umumnya dihitung sebagai bagian perdagangan luar negeri Israel, sehingga asal-usulnya sulit dilacak.
Meski demikian ada sejumlah sumber dan laporan yang bisa memberi informasi muasal barang dari permukiman ilegal mereka di Tepi Barat.
Agrikultur
Salah satu produk perkebunan yang dijual ke banyak negara adalah kurma medjool.
Kurma Medjool merupakan tanaman ekspor utama pertanian pemukim Israel dan pertanian Palestina di Lembah Yordania, demikian dikutip BBC.
Selain kurma, kacang-kacangan juga jadi komoditas ekspor dari para pemukim ilegal di Tepi Barat.
Perusahaan pertanian Israel seperti Field Produce Marketing, Agrifood Marketing, dan Hadiklaim memproduksi dan menjual kacang tanah, kacang almond, dan kurma ke luar negeri. Mereka memiliki perkebunan dan gudang di Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan.
Ketiganya mengekspor produk pertanian ke beberapa negara Uni Eropa, termasuk Spanyol, demikian dikutip EU Observer.
Selain itu, buah-buahan juga banyak diekspor dari Tepi Barat ke luar negeri terutama Eropa melalui perusahaan Mehadrin (Jaffa) dan Carmel Agrexco.
Sebagian besar hasil pertanian tersebut ditanam di Lembah Yordania, Tepi Barat.
Buah-buahan yang diekspor mencakup jeruk, paprika, alpukat, anggur, markisa, ara, dan sharon.
Wine juga jadi komoditas ekspor dari wilayah permukiman ilegal Israel di Tepi Barat.
Di sana, terdapat berbagai kebun anggur milik warga permukiman Israel yang diproduksi jadi wine.
Peralatan rumah tangga
Perusahaan-perusahaan besar Israel yang bergerak di sektor barang banyak yang memproduksi di Tepi Barat.
Salah satunya, Carpet Camel. Mereka memproduksi barang di zona pemukiman industri ilegal Barkan, Tepi Barat, demikian dikutip situs Ireland Palestine Solidarity
Beberapa zona industri di dalam permukiman memproduksi barang konsumen berbahan plastik hingga tekstil.
(isa/bac)

6 hours ago
8













































