Kendari – Koperasi Credit Union (CU) Mentari Kasih di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan model kemandirian keuangan berbasis anggota dengan mengelola aset lebih dari Rp200 miliar tanpa pinjaman dari pihak luar. Sejak berdiri pada 2017, koperasi ini telah menghimpun 11.100 anggota se-Sultra dengan sistem simpan pinjam internal.
Ketua Pengurus Koperasi CU Mentari Kasih Sultra, Yulius B Pasolon, menegaskan seluruh pertumbuhan lembaga, termasuk pembangunan gedung kantor baru yang berlokasi di Jalan Bunga Kamboja, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, berasal dari dana anggota yang dihimpun secara rutin.
“Hari ini kami resmikan gedung operasional baru, di mana gedung ini dibangun dari dana yang dihimpun secara rutin dari anggota. Tidak ada pinjaman dari luar. Dana itu dikumpulkan setiap tahun sampai akhirnya cukup untuk membangun,” ujar Yulius saat peresmian kantor Koperasi CU Mentari Kasih Kendari, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, prinsip dasar CU yang diterapkan tidak memperbolehkan pinjaman dari lembaga eksternal. Dana yang terkumpul dari anggota hanya boleh disalurkan kembali kepada anggota dalam bentuk pinjaman.
“Kami tidak diperbolehkan meminjam dari luar. Dana anggota diedarkan kembali kepada anggota melalui pinjaman. Itu prinsip dasar CU,” jelasnya.
Prinsip tersebut membuat perputaran dana tetap berada di dalam komunitas anggota. Pinjaman diberikan sesuai aturan dengan sistem bunga sebagaimana lembaga keuangan pada umumnya, namun manfaatnya kembali memperkuat modal dan pelayanan koperasi.
Yulius juga menegaskan CU Mentari Kasih terbuka bagi semua kalangan dan tidak diperuntukkan bagi kelompok atau agama tertentu.
“Kami tidak membangun koperasi ini untuk agama tertentu. Walaupun lahir dari gereja Katolik, CU Mentari Kasih terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung dan memberdayakan diri tanpa diskriminasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pusat Koperasi CU Mentari Kasih Indonesia, Fredy Rante Taruk, menilai capaian CU Mentari Kasih menjadi bukti nyata gerakan koperasi berbasis anggota masih relevan dan mampu berkembang signifikan.
“Sejak 2017 sudah memiliki 11 ribu anggota dengan aset lebih dari Rp200 miliar. Ini bukti koperasi bisa tumbuh dari bawah bersama masyarakat,” kata Fredy.
Ia juga mengaitkan model CU Mentari Kasih dengan penguatan koperasi desa, termasuk program Koperasi Merah Putih yang mendorong kebangkitan ekonomi berbasis desa.
Menurutnya, CU Mentari Kasih sudah lebih dulu hadir di basis-basis desa di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Muna, Konawe, Kolaka, hingga Kota Kendari, sehingga semangat koperasi desa sebenarnya telah dijalankan melalui sistem CU tersebut.
“Koperasi CU Mentari Kasih ini sudah bergerak di wilayah-wilayah desa. Artinya, cita-cita penguatan koperasi desa itu sudah mulai diwujudkan melalui gerakan koperasi yang berbasis anggota seperti ini,” tambahnya.
Fredy berharap pengurus tetap menjaga standar tata kelola sesuai regulasi dan prinsip koperasi, dengan fokus utama pada peningkatan kesejahteraan anggota.
“Pengurus harus tetap patuh pada standar tata kelola dan fokus pada pemberdayaan anggota agar ekonomi mereka bangkit menuju kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Post Views: 115

10 hours ago
2













































