Kendari – Sejumlah penumpang maskapai Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 259 rute Kendari (KDI) – Jakarta (CKG) mengamuk di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), usai pesawat yang hendak mereka gunakan delay tanpa kejelasan, Jumat (13/2/2026).
Berdasarkan jadwal yang tertera di tiket, penumpang dipersilakan untuk melakukan sesi boarding pass pada pukul 17.35 Wita, lalu pesawat akan diterbangkan pada pukul 18.05 Wita.
Namun, jadwal tersebut seketika berubah dengan alasan pesawat belum tiba. Para penumpang lalu diminta menunggu tanpa diberikan kejelasan lebih lanjut.
Hal demikian seperti yang dialami Rosalia Akmareta, salah seorang seleb TikTok dan Instagram asal Kabupaten Konawe, Sultra, yang juga ikut dalam penerbangan itu.
Ia mengatakan, saat itu pesawat dikabarkan baru tiba di Bandara Haluoleo Kendari sekitar pukul 19.00 Wita, sehingga ia dan para penumpang lainnya baru boleh dipersilakan untuk melakukan sesi boarding pass pada pukul 19.30 Wita.
Sayangnya, kabar tersebut bukanlah angin segar baginya. Ia mengaku telah menunggu sesuai jadwal yang telah diumumkan tersebut namun tak ada kejelasan lebih lanjut setelahnya.
Ia dan para penumpang lainnya akhirnya hanya bisa menunggu sembari mendengar pengumuman mengenai jadwal penerbangan yang terus berubah. Hingga mendekati tengah malam, penerbangan itu akhirnya ditunda, dan akan kembali dijadwalkan ulang keesokan harinya setelah para penumpang menanti hingga sekitar tujuh jam lamanya.
Penundaan itu, kata Rosalia, berdasarkan informasi yang ia terima dari petugas, disebabkan adanya masalah teknis yang dialami pesawat tersebut.
“Saya menunggu berjam-jam sampai akhirnya ada announce lagi pukul 21.30 Wita boardingnya,” terang Rosalia kepada Kendariinfo, Minggu (15/2).
“Disuruh menunggu lagi karena pesawatnya lagi disiapkan karena baru tiba dari Jakarta, sampai ditunda ke pukul 23.00 lagi, tetapi tetap tidak ada kejelasan boarding-nya kapan,” sambungnya.
Bahkan, dalam penerbangan lanjutannya menggunakan maskapai yang sama menuju Batam, Rosalia juga mengaku sempat mengalami delay hingga lima jam lamanya.
“Ini saya baru boarding flight ke Batam dari Jakarta. Super Air Jet juga, delay 5 jam,” ungkapnya, Sabtu (14/2) malam.
Hal senada juga disampaikan penumpang lainnya, Owner Afika Group, Sahirudin, yang mengaku kecewa atas insiden tersebut. Dalam rencana penerbangannya dari Kendari menuju Jakarta, ia sengaja datang lebih awal untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak terduga.
Ia mengaku, penundaan tersebut berdampak besar bagi para penumpang, khususnya ia yang memiliki agenda mendesak di kota tujuan.
“Saya sengaja datang lebih cepat supaya tidak ada kendala dan bisa sampai tujuan tepat waktu,” katanya.
Akhirnya, setelah melalui proses panjang tanpa kejelasan itu, para penumpang baru bisa melakukan sesi boarding pass keesokan harinya, Sabtu (14/2) pukul 13.30 Wita.
Para penumpang yang menjadi korban delay tersebut akhirnya diberikan kompensasi berupa fasilitas penginapan, termasuk layanan antar-jemput dari hotel ke bandara.
Sementara penumpang yang memilih pulang ke rumah masing-masing menggunakan kendaraan pribadi maupun layanan transportasi daring, diberikan kompensasi berupa uang tunai senilai Rp300 ribu.
Sayangnya keributan kembali terjadi di dalam kabin pesawat terkait pemberian kompensasi tersebut yang diduga dinilai tidak adil.
Terpisah, Humas Bandara Haluoleo Kendari, Nurlansah masih belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut saat dihubungi awak Kendariinfo pada Minggu (15/2) malam.
Post Views: 103

22 hours ago
7












































