Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 177 jadwal penerbangan dari dan menuju Inggris dibatalkan pada Rabu (9/9), membuat ribuan penumpang terlantar di bandara.
Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 mengatakan 177 penerbangan yang dijadwalkan pada Rabu telah dibatalkan, menyusul 1.300 pembatalan penerbangan dari dan menuju bandara-bandara Inggris sehari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan FlightRadar24 di X, hampir seluruh penerbangan yang dibatalkan terbaru berada di Bandara Heathrow, London, bandara tersibuk di Inggris.
Sementara itu, National Air Traffic Services (NATS) mengatakan pihaknya masih berupaya mengatasi gangguan setelah terjadi "masalah pada sistem".
"Pemulihan ini sangat kompleks dan menimbulkan kendala bagi seluruh jaringan penerbangan. Karena itu, diperlukan waktu untuk memulihkan kondisi seperti semula," kata NATS dalam unggahan di X pada Selasa malam.
Media Inggris melaporkan Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander akan bertemu dengan kepala NATS Martin Rolfe pada Rabu.
Rolfe mengatakan kepada media Inggris Sky News bahwa ia "bertanggung jawab penuh" atas insiden tersebut, tetapi menolak mengatakan apakah dirinya sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.
Bandara Heathrow mengatakan pada Selasa malam bahwa keberangkatan penerbangan telah kembali beroperasi setelah "masalah teknis" memaksa bandara tersebut menghentikan sementara kedatangan pesawat.
Namun, Heathrow memperingatkan bahwa "gangguan diperkirakan masih akan berlanjut" dan meminta penumpang, melalui unggahan di X, untuk mengecek status penerbangan mereka kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Sebelumnya, NATS mengatakan telah "mengatasi" gangguan teknis yang menyebabkan kekacauan tersebut dan "bekerja semaksimal mungkin untuk mengurai antrean penerbangan yang menumpuk".
"Kami tahu situasi ini sangat membuat frustrasi dan kami menyampaikan permintaan maaf tanpa syarat," tulis organisasi tersebut di X.
Kekacauan lalu lintas udara ini terjadi setelah gangguan teknis serupa pada Juli tahun lalu yang menyebabkan puluhan penerbangan dari dan menuju Inggris dibatalkan, memicu kemarahan para petinggi maskapai.
Inggris juga mengalami kegagalan sistem penerbangan terburuk dalam beberapa tahun pada 2023. Lebih dari 700.000 penumpang terdampak setelah ratusan penerbangan mengalami penundaan atau pembatalan.
(rds)

5 hours ago
3















































