Jakarta, CNN Indonesia --
Militer Amerika Serikat buka suara usai Iran mengeklaim menangkap kapal selam nirawak Negeri Paman Sam di pintu masuk Selat Hormuz, Selasa (8/9).
Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) Kapten Tim Hawkins mengatakan drone tersebut "mengalami kerusakan" sejak sehari sebelum insiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesawat tanpa awak itu sedang melakukan survei perairan regional untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung," kata Hawkins, dikutip AFP.
"Drone itu adalah model lama yang tidak mengumpulkan data sensitif maupun membawa peralatan sonar atau radar rahasia," imbuh dia.
Pernyataan militer AS ini muncul setelah Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menangkap drone canggih AS di Selat Hormuz.
"Kami telah menjebak salah satu kapal selam tak berawak paling modern, cerdas, dan canggih milik tentara teroris Amerika di pintu masuk Selat Hormuz," demikian pernyataan resmi IRGC, dikutip Reuters.
Mereka lalu berujar, "Kapal selam ini dilengkapi dengan teknologi terkini."
Media pemerintah Iran melaporkan kapal tersebut adalah Dive-LD, kendaraan bawah air otonom besar yang dibangun perusahaan pertahanan California, Anduril.
Kapal Dive-LD memiliki panjang 5,9 meter dan bisa melakukan misi penanggulangan ranjau, pemetaan dasar laut, pengumpulan intelijen, dan inspeksi infrastruktur bawah laut seperti kabel dan pipa.
Menurut situs web Anduril, Dive-LD juga bisa beroperasi hingga 10 hari tanpa kembali ke pangkalan dan dirancang untuk menyelam hingga kedalaman 6.000 meter (19.700 kaki).
Penangkapan drone AS ini memberi gambaran langka tentang bagaimana drone bawah air digunakan dalam operasi militer.
Washington memang menginvestasikan sistem angkatan laut tanpa awak, termasuk kapal selam dan kapal permukaan untuk memantau wilayah laut, mengumpulkan data intelijen, hingga melacak kapal dan kapal selam musuh. Langkah ini digunakan untuk menghemat biaya sekaligus menghindari potensi bahaya bagi para pelaut.
Penangkapan itu juga berlangsung saat AS dan Iran saling gempur di Selat Hormuz. Terbaru, IRGC menyerang kapal induk dan kapal perang AS. Sebelumnya, pasukan AS lebih dulu menargetkan kapal-kapal tanker Teheran.
(rds/rds)

5 hours ago
4















































