Wapres JD Vance Disebut Tegang dan Tak Nyaman saat Netanyahu Temui Trump

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar menafsirkan arti di balik bahasa tubuh yang ditunjukkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Wakil Presiden JD Vance saat bertemu.

Ahli bahasa tubuh di Florida, Lillian Glass, mengomentari foto Trump, Netanyahu, dan Vance usai bertemu. Dalam gambar, PM Israel itu berdiri di antara para pemimpin AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada jarak fisik yang cukup jauh dengan Vance. Vance tampak berada di luar kelompok, dan senyumnya tegang, seperti yang terlihat dari ketegangan di rahang bawahnya," kata dia, dikutip New York Post.

"Dia (Vance) tampaknya tidak begitu nyaman," imbuh Glass.

Glass menyoroti jari-jari Vance yang lebih melengkung di sisi kiri, ini menunjukkan rasa tidak nyaman.

Di luar pertemuan itu, Vance memang sempat berselisih dengan kabinet Netanyahu. Bulan lalu, dia murka ke para pejabat Israel yang mengecam nota kesepahaman (Mou) perdamaian AS dengan Iran.

"Jika saya berada di Kabinet pemerintahan Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di seluruh dunia," kata Vance dalam konferensi pers Gedung Putih.

Vance juga dilaporkan mengecam beberapa pernyataan Netanyahu di balik layar.

Kembali lagi soal foto, dalam gambar tersebut Trump tampak lebih nyaman dan santai. Posisi jari dia tak melengkung dan dibiarkan begitu saja secara natural.

Glass juga menilai Trump tampak "senang" bertemu Netanyahu dan menunjukkan senyum yang tulus.

"Trump tampak sangat rileks baik dari segi ekspresi wajah maupun bahasa tubuh saat membaca catatan kecil," kata dia merujuk ke foto Trump membaca catatan.

Komentar Glass senada dengan pernyataan Netanyahu yang menggambarkan pertemuan itu sangat luar biasa dan merupakan percakapan terbaik.

Sementara itu, Gedung Putih menyatakan pertemuan berlangsung produktif dan positif.

Sebelum pertemuan ini, hubungan Trump dengan Netanyahu juga sempat memanas.

Trump mengatakan secara terbuka mengeluhkan kebocoran informasi bahwa pemimpin Israel itu bermaksud memberinya pengarahan tentang aktivitas nuklir Iran di Gunung Pickaxe.

Pertemuan dua kepala negara itu juga disebut berlangsung singkat, tak seperti para pertemuan-pertemuan sebelumnya, dikutip dari media Israel YNet.

Tak ada diskusi tatap muka langsung dan pernyataan bersama dalam pertemuan antara Trump dan Netanyahu.

Pertemuan mereka juga terjadi saat AS dan Iran terus berperang. Pada pertengahan Juli, pasukan Negeri Paman Sam kembali menggempur Iran meski ada gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) berisi penghentian pertempuran.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Rapat | | | |