Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengaku merasa kesepian setelah stafnya membasmi kecoak yang ditemukan berkeliaran di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo.
Takaichi menceritakan pengalaman tersebut sambil menjawab beberapa pertanyaan lainnya di X, Sabtu (22/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Curhatan soal kecoak itu bermula kala ada netizen yang bertanya: "Apakah Anda sudah bertemu dengan hantu-hantu yang konon muncul di kediaman resmi?."
Menurut Associated Press seperti dikutip People, rumah dinas PM Jepang terkenal dengan cerita horornya. Rumah itu dikabarkan dihantui oleh mereka yang meninggal selama dua upaya kudeta pada tahun 1930-an.
Takaichi kemudian mengatakan dirinya belum pernah melihat hantu di kediaman resmi perdana menteri, tetapi pernah dibuat panik oleh seekor kecoak.
"Saya belum pernah bertemu hantu, tetapi sampai baru-baru ini, saya lah yang berteriak ketika bertemu kecoak," tulis Takaichi.
Takaichi mengatakan dirinya terkejut ketika melihat kecoak tiba-tiba berlari melewati kakinya. Ia mengaku tidak pernah menemukan kecoak saat tinggal di asrama anggota parlemen.
"Saat tinggal di asrama anggota, saya tidak pernah bertemu kecoak," tulis Takaichi.
Setelah pindah ke kediaman resmi, Takaichi mengaku sudah berusaha menjaga kebersihan rumah.
Ia membersihkan lantai di bawah meja makan, membuang sisa makanan ke tempat sampah tertutup, serta mencuci dan memilah wadah plastik.
Namun, ia tidak tega membunuh kecoak tersebut. Takaichi mengaitkan sikapnya dengan kecintaannya terhadap manga Phoenix karya Osamu Tezuka yang membahas tema reinkarnasi.
"Mungkin kehidupan ini juga merupakan bagian dari siklus reinkarnasi yang panjang itu," tulisnya saat mengenang kecoak tersebut.
Takaichi kemudian membiarkan kecoak itu berkeliaran untuk sementara waktu. Namun, setelah ia memberi tahu sekretarisnya, staf tersebut langsung mengambil tindakan.
"'Itu kotor. Saya akan menanganinya,' kata salah satu sekretaris dengan tegas, dan mengatur Operasi Tempur," tulis Takaichi.
Setelah stafnya bertindak, Takaichi tidak lagi menemukan kecoak di kediamannya. Namun, keberhasilan itu justru membuatnya merasa sedih.
"Saya merasa lega, tetapi juga sedikit kesepian, atau mungkin sedih..." tulisnya.
Dalam unggahan lain, Takaichi juga menjelaskan bahwa dirinya lebih sering bekerja dari kediaman resmi yang berada di sebelah kantor perdana menteri.
Menurutnya, cara tersebut dapat memaksimalkan efisiensi karena mengurangi jumlah staf dan personel keamanan, termasuk polisi khusus atau SP.
"Meskipun kediaman perdana menteri dikenal sebagai rumah perdana menteri, tempat ini juga memiliki fungsi penting sebagai ruang untuk pertemuan dan tugas-tugas resmi," tulis Takaichi dalam unggahan tersebut.

10 hours ago
4















































