Iran Mau Bikin Zona Terlarang di Selat Hormuz, Mungkinkah?

8 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran berencana menetapkan zona terlarang di rute pelayaran global, Selat Hormuz. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan zona tersebut akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

"Zona ini akan dimulai dari garis blokade Angkatan Laut AS dan mencakup wilayah Teluk Persia," kata dia, dikuip Al Jazeera, Senin (7/9).

"Kapal mana pun yang memasuki zona baru ini akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi [Iran]," imbuh dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rezaei mengatakan zona tersebut akan dimulai dari garis blokade angkatan laut AS, meluas ke arah Selat Hormuz, dan dari sisi ini berlanjut ke Teluk Persia. Dia juga mengatakan peta baru yang merinci rute, yang dikerjakan bersama Oman untuk Selat Hormuz, akan segera disetujui.

"Peta koridor internasional baru yang terletak di perairan Iran dan Oman, di mana Iran akan punya kendali, telah disepakati dan akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang," ungkap Rezaei.

"Kami hanya akan berkomitmen untuk membuka Selat Hormuz ketika mereka [Amerika] menghentikan sabotase, ancaman, dan serangan terhadap Iran."

Namun, Teheran hanya memberikan sedikit detail tentang batas pasti zona tersebut atau apa arti kapal yang masuk dalam daftar sanksi jika terpaksa menerobos zona itu.

Mampukah Iran menegakkan zona baru di Selat Hormuz?

Ketua pendiri Studi Timur Tengah di Universitas San Francisco, Stephen Zunes, mengatakan Iran akan kesulitan menegakkan zona terlarang di dekat Selat Hormuz.

"Sulit untuk melihat bagaimana mereka benar-benar bisa menerapkannya. Kapal dan pesawat Iran yang mencoba menegakkan hal itu akan sangat rentan terhadap serangan AS," katanya kepada Al Jazeera.

"Tetapi mungkin mereka memberikan peringatan, mengingat masih ada beberapa risiko bagi perusahaan pelayaran untuk tidak bisa mengandalkan kemampuan melewati selat tanpa mengalami konsekuensi."

Lebih lanjut, Zunes mengatakan Iran mungkin berharap bisa memprovokasi respons militer AS, yang ujungnya bisa menguntungkan Teheran secara politis. Jika demikian, Teheran bisa "membenarkan serangan" ke negara-negara Teluk tetangga dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

Pada gilirannya, kata dia, hal tersebut bisa membantu Iran mendorong masyarakat untuk "bersatu di bawah bendera" negara tersebut.

Selain itu, Zunes mencatat, rencana Iran untuk zona terlarang mungkin terkait dengan kesepakatan yang sedang diproses dengan Oman mengenai rute pelayaran melalui jalur air tersebut.

Jika kesepakatan dengan Oman bisa diterapkan dan sesuatu yang bisa diterima AS, Iran bisa"mengurangi" penegakan zona terlarang.

Jika tidak, maka Teheran telah menyiapkan "sesuatu untuk mencoba mempersulit Washington" dalam menolak kesepakatan dengan Oman.

(isa/dna)

Read Entire Article
Rapat | | | |