Iran Gempur 500 Pasukan AS di Dubai: Siap-siap Jadi Kuburan Tentara AS

17 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Markas Besar Komando Pusat Iran Khatam Al Anbiya mengeklaim lebih dari 500 personel militer Amerika Serikat menjadi korban serangan balasan Teheran ke Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu (28/3).

Juru bicara Khatam Al Anbiya mengeklaim Iran berhasil menghantam dua tempat persembunyian tentara AS dan salah satunya berada di Dubai, salah satu kota di UEA yang memang menampung militer Negeri Paman Sam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam beberapa jam terakhir, dua tempat persembunyian mereka berhasil diidentifikasi, dengan lebih dari 400 orang di lokasi pertama dan lebih dari 100 orang di lokasi kedua di Dubai. Keduanya menjadi sasaran rudal presisi dan drone dari Angkatan Dirgantara dan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam, yang mengakibatkan korban sangat besar di pihak mereka," ucap juru bicara tersebut seperti dikutip kantor berita Iran, Tasnim.

Juru bicara itu memaparkan Iran sudah berulang kali mewanti-wanti kepada negara di Timur Tengah untuk segera mengusir tentara AS di negaranya dan berhenti ikut campur jika tak ingin terseret perang.

"[Presiden Donald] Trump dan para komandan militer Amerika harus sepenuhnya memahami bahwa kawasan ini akan berubah menjadi kuburan bagi tentara Amerika, dan mereka tidak akan punya pilihan selain menyerah pada kehendak ilahi rakyat yang heroik dan para pejuang Islam yang berani," tegasnya.

Menurut juru bicara tersebut, ambulans telah selama berjam-jam mengevakuasi para komandan dan tentara Amerika yang tewas maupun terluka.

Dalam pernyataan terpisah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali mendesak negara-negara tetangga agar tidak membiarkan "musuh-musuh" Teheran menjalankan perang dari wilayah mereka. Ini merupakan peringatan berulang kepada negara Arab yang menampung pangkalan militer AS di wilayahnya.

"Kami telah berkali-kali mengatakan bahwa Iran tidak melakukan serangan preemptif, tetapi kami akan membalas dengan keras jika infrastruktur atau pusat ekonomi kami diserang," tulisnya di platform X pada Sabtu.

"Kepada negara-negara kawasan: Jika Anda menginginkan pembangunan dan keamanan, jangan biarkan musuh kami menjalankan perang dari wilayah Anda," tambahnya seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan Pezeshkian ini merupakan seruan terbaru dari Iran kepada negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk operasi militer melawan Iran dalam perang yang sedang berlangsung.

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga mendesak negara-negara di sekitar Iran untuk menjaga jarak dari Amerika Serikat.

Perang pecah setelah Amerika dan Israel melancarkan serangan udara awal ke berbagai wilayah Iran pada 28 Februari lalu, hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Sejak itu, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel hingga pangkalan militer dan aset AS lainnya di negara Timur Tengah lain.

Perang belum menunjukkan tanda-tanda mereda setelah sebulan pecah. Israel bahkan mengumumkan rencana meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran hampir setiap hari, sementara Teheran terus menargetkan musuh utamanya serta negara-negara yang menampung aset militer AS di kawasan Timur Tengah.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Rapat | | | |