Konawe – Seorang pria berinisial TS menjadi korban pengeroyokan oleh tiga orang terduga pelaku saat berjualan kopi bersama istrinya di kawasan ICP, Kelurahan Inolobunggadue, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.
Insiden itu terjadi setelah korban TS menegur sekelompok pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk dan berteriak kasar di area parkiran. Sepupu TS, inisial FY membenarkan kejadian itu. Saat itu FY berada di lokasi dan melihat langsung aksi pengeroyokan tersebut.
“Saya bersampingan di ICP, makanya pas saya lihat dia terbaring saya langsung datang tolong,” kata FY saat dikonfirmasi Kendariinfo, Rabu (14/1).
Insiden pengeroyokan pedagang kopi di kawasan ICP, Kelurahan Inolobunggadue, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe. Foto: Istimewa. (13/1/2026).FY mengatakan peristiwa itu terjadi usai TS menegur sekelompok pemuda yang diduga mabuk dan berteriak kasar di area parkiran. Ia mengatakan teguran tersebut justru memicu emosi para pemuda tersebut. Salah satu pelaku langsung maju dan melakukan kekerasan terhadap TS.
“Tiba-tiba langsung maju, sepupuku dipiting dari belakang sampai jatuh ke aspal,” katanya.
Setelah TS terjatuh, dua orang lainnya ikut mendekat dan melakukan pengeroyokan. TS disebut diinjak dan ditendang secara bergantian oleh para pelaku. Melihat suaminya diserang, NR berusaha melerai namun situasi justru makin ricuh. FY menyebut NR nyaris menjadi korban kekerasan saat mencoba menghentikan aksi para pelaku.
FY yang berada di lokasi langsung berlari mendekat setelah melihat TS tergeletak di aspal. Ia bahkan mengaku sempat terkena tendangan saat mencoba melindungi TS. FY juga mengungkap adanya ancaman verbal yang dilontarkan pelaku kepada dirinya.
“Dia bilang ‘kau perempuan diam, tunggu ini malam kau hancur’, tetapi saya jawab tunggu di sini,” kata FY menirukan ucapan pelaku.
Atas peristiwa tersebut, TS resmi melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan ke Polres Konawe. Sementara, Kasat Reskrim Polres Konawe AKP Taufik Hidayat membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut laporan korban telah diterima dan kini sedang ditangani oleh penyidik.
“Benar, laporan pengaduan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Taufik menegaskan pihaknya akan mendalami kronologi kejadian serta mengidentifikasi para terduga pelaku. Polisi juga akan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung.
“Kami tangani sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.
Post Views: 141

2 weeks ago
38













































