Muna – Keluhan mengenai minimnya fasilitas operasi di RSUD dr. H. L. M. Baharuddin, M.Kes., yang disampaikan dokter spesialis kandungan mendapat respons Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil Ndoasa. Ia memastikan seluruh perlengkapan operasi tersedia di rumah sakit. Pernyataan itu disampaikan Asrafil setelah mengonfirmasi Direktur RSUD dr. H. L. M. Baharuddin, M.Kes., Muhammad Marlin, Jumat (21/11/2025).
“Katanya cuma dua, tetapi di sini ada tujuh set. Jadi tidak kurang, hanya tak dikonfirmasi sama penjaga ruangannya. Kemarin ada tiga pasien masuk, baju yang tersedia hanya dua dalam ruangan, tetapi di sebelah ada tujuh set,” jelasnya.
Kunjungan Asrafil menyusul unggahan dokter spesialis kandungan, Ruhwati Kadir, pada akun Instagramnya. Dalam unggahannya, Ruhwati memperlihatkan kondisi kamar operasi yang sedang menangani pasien caesar atau sectio caesarea (SC) tanpa kain penutup lengkap, meja operasi tanpa kain steril (duk), dan hanya menggunakan alas penyerap.
“Saya ke sini karena banyak yang bertanya soal berita dokter spesialis kemarin. Makanya saya datang konfirmasi ke direkturnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan benang operasi dan kebutuhan lain tersedia, termasuk jenis benang sesuai standar medis. Menurutnya, persoalan muncul karena kurangnya komunikasi antara dokter dengan pihak manajemen rumah sakit. Asrafil menyebut Muhammad Marlin telah memanggil Ruhwati untuk membicarakan persoalan tersebut. Namun, Ruhwati belum memenuhi panggilan.
“Benang untuk operasi juga sudah disiapkan semua sesuai standar. Direktur sudah memanggil, tetapi dokter belum datang. Padahal manajemen punya niat baik untuk membicarakan persoalan tersebut,” jelasnya.
Selain persoalan operasi, Asrafil juga menanggapi soal pengadaan tomografi terkomputasi (CT) scan yang sudah tersedia, tetapi belum beroperasi, karena masih menunggu alat pendukung tambahan. Pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut.
Ia juga menepis isu penggunaan pakaian kegiatan, seperti lari santai, futsal, dan perjalanan dinas menggunakan anggaran rumah sakit. Menurutnya, atribut serta kegiatan tersebut berasal dari sumbangan atau dana pribadi, bukan kas rumah sakit.
“Masih ada alat dibutuhkan dokter. Insyaallah kita siapkan secepatnya. Pakaian dikenakan, tidak ada dana dari rumah sakit. Itu semua sumbangan dan ada yang beli sendiri,” ungkapnya.
Sebagai langkah lanjutan, Asrafil menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara manajemen dan tenaga medis. Ia berharap seluruh pihak dapat duduk bersama menjaga keberlangsungan pelayanan rumah sakit menjadi fasilitas kesehatan utama bagi masyarakat.
“Banyak persoalan muncul, karena kesalahpahaman. Manajemen harus terbuka, begitu pun dengan dokter spesialis. Jangan ada yang ditutupi. Mari kita perbaiki bersama agar operasional rumah sakit ke depan berjalan lebih baik dan memenuhi standar,” pungkasnya.
Dokter RSUD Muna Keluhkan Minimnya Fasilitas Operasi, tetapi Berujung Teror
Post Views: 91

6 days ago
24













































