Pergoki Suami dengan Wanita Lain, Istri di Kendari Justru Diduga Jadi Korban KDRT

2 weeks ago 29

Kendari – Seorang istri sah berinisial AIA (25) diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) setelah memergoki suaminya berinisial YD (26), bersama wanita lain inisial SF di dalam kamar rumah mereka di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 04.15 Wita.

Peristiwa bermula saat korban mendatangi rumah yang sebelumnya ia tinggali bersama suaminya dengan tujuan mengambil pakaian. Setibanya di lokasi, pintu depan rumah dalam keadaan terkunci. Ia beberapa kali mengetuk pintu namun tidak mendapat respons, sehingga ia masuk ke dalam rumah melalui jendela di dapur.

Korban kemudian menuju kamar untuk mengambil pakaiannya. Namun, pintu kamar juga terkunci. Setelah mengetuk, pintu dibuka oleh suaminya. Korban masuk ke dalam kamar, tetapi merasa curiga karena pintu kamar mandi tertutup dari dalam. Kecurigaan tersebut memicu pertengkaran antara korban dan suaminya.

Kondisi pintu kamar dan pintu kamar mandi di dalam rumah korban di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, yang menjadi lokasi terjadinya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Foto: Istimewa.

Menurut keterangan korban, ia mencoba mendobrak pintu kamar mandi, suaminya justru marah dan melakukan kekerasan fisik. Korban mengaku diangkat, dicakar, dibanting, dan diseret ke luar kamar.

Dalam situasi terancam dan ketakutan, korban berpura-pura mengalah. Ia berjanji akan meninggalkan rumah tersebut, namun terlebih dahulu meminta suaminya mengambilkan sandal yang berada di jendela bagian dapur rumah, tempat ia masuk.

Saat suaminya pergi mengambil sandal, korban nekat kembali masuk ke kamar dan mengunci pintu dari dalam. Korban kemudian kembali mendobrak pintu kamar mandi dan mendapati seorang perempuan, SF, berada di dalamnya.

“Itu perempuan SF selingkuhan suami saya, bekerja di salah satu tempat hiburan malam di Kota Kendari. Saya sudah sering ingatkan agar tidak mendekati suami saya, tetapi masih berani bahkan datang ke rumah saya,” katanya kepada Kendariinfo, Minggu (11/1).

Di dalam kamar itu, korban melampiaskan kemarahannya kepada SF. Namun keributan di dalam kamar terdengar oleh YD. Selanjutnya, YD kemudian berupaya masuk ke kamar. Namun, karena pintu terkunci, YD mendobrak pintu hingga rusak.

“Saya lihat langsung itu SF, pernah juga dia posting-posting di media sosial suamiku dulu. Dia (SF) sudah sering diingatkan sama keluargaku juga tetapi masih nekat,” sesalnya.

Akibatnya, korban kembali dianiaya dan diseret keluar kamar oleh suaminya. Teriakan korban yang meminta pertolongan pun mengundang perhatian warga sekitar. Meski demikian, warga ragu-ragu memberikan pertolongan karena itu adalah urusan rumah tangga.

“Ada bapak-bapak yang lihat kita bertengkar tetapi itu tetanggaku dia kebingungan juga,” paparnya.

Selanjutnya, YD dan SF langsung meninggalkan lokasi itu. Mereka melarikan diri menggunakan mobil meninggalkan korban sendirian. Namun, korban sempat mengejar dan bergantung pada pegangan pintu kendaraan, tetapi ia takut jatuh dan terseret hingga memilih melepaskan diri.

“Saya sempat bergantung di pintu mobil. Saya mau menahan mereka, tetapi tidak sanggup, saya takut juga, makanya saya lepas,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka fisik dan trauma. Ia kemudian melaporkan suaminya dan perempuan tersebut ke Polda Sultra atas dugaan KDRT dan perzinaan, Sabtu (10/1). Selain itu, korban juga memastikan akan mengajukan gugatan cerai.

“Saya sudah melapor ke Polda Sultra dan saat ini juga sedang mengurus gugatan cerai,” pungkasnya.

Terpisah, YD membantah telah melakukan KDRT. Meski demikian, ia membantah membawa SF dalam rumah, melainkan perempuan yang dibawa adalah inisial A.

“Tidak membawa SF dan tidak melakukan KDRT. Dia cuman menduga saja itu SF karena dia benci sekali itu SF. Itu inisial A,” tuturnya, Minggu (11/1).

Sementara itu, SF saat dikonfirmasi, hingga kini belum memberikan keterangan resmi.

Post Views: 26

Read Entire Article
Rapat | | | |