Pemprov Sultra Dorong Akses Kerja Luar Negeri untuk Wujudkan Visi Samudra

1 week ago 25

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong akses kerja luar negeri sebagai salah satu opsi pewujudan visi Semua Mudah Dapat Kerja (Samudra) yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR)-Hugua.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sultra, Hugua, saat menghadiri sosialisasi penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia yang digelar Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sultra di Hotel Qubah 9 Kendari, Senin (17/11/2025).

“Visi ASR-Hugua salah satunya adalah Semua Mudah Dapat Kerja. Opsi dalam pewujudan visi ini bisa dengan memberi akses bagi masyarakat untuk bekerja di luar negeri. Program perluasan kesempatan kerja ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo,” ujar Hugua.

Menurutnya, dengan penyelenggaraan sosialisasi yang dilakukan BP3MI Sultra ini bisa menjadi hal penting untuk memastikan calon pekerja migran memahami proses penempatan mulai dari persiapan, masa bekerja, hingga kepulangan.

“Pekerja kita harus berkualitas, berangkat dengan perlindungan maksimal dan kembali dalam keadaan aman,” katanya.

Ia menjelaskan, pelajar SMA yang dilibatkan dalam sosialisasi karena dinilai cepat menyerap informasi dan mampu menyebarkannya kepada keluarga.

Tegasnya, Pemprov Sultra akan terus bersinergi dengan kementerian dan lembaga pusat untuk mendorong kesiapan daerah dalam pengiriman pekerja migran yang aman dan sesuai regulasi.

“Tenaga kerja adalah urusan lintas sektor. Karena itu seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga Forkopimda harus bersatu. Ini program besar, sumber devisa kedua setelah migas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, menyampaikan hingga 2025 terdapat sekitar 600 pekerja migran asal Sultra yang tercatat di sistem KP2MI. Dari jumlah itu, 48 orang telah bekerja di luar negeri melalui BP3MI Sultra, dengan Jepang sebagai negara tujuan terbanyak.

Namun, Askar mengungkapkan masih adanya kendala pada sisi kesiapan calon pekerja, terutama bahasa sesuai negara tujuan.

“Banyak yang berminat, tetapi tidak mempersiapkan diri sejak awal. Misalnya untuk ke Jepang, minimal harus memiliki kemampuan bahasa level N5,” jelas Askar.

Ia menyebut pemerintah pusat menargetkan pengiriman 500 ribu pekerja migran pada 2026, di mana 300 ribu di antaranya alumni SMK. Menurutnya, hal tersebut harus disambut dengan baik oleh masyarakat, karena peluang tersebut sebagai bagian dari upaya mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

BP3MI Sultra Bekali 500 Pelajar dan Mahasiswa soal Penempatan Pekerja Migran yang Aman

Post Views: 97

Read Entire Article
Rapat | | | |