Kendari – Proyek pembangunan gedung layanan kesehatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum terselesaikan sepenuhnya sejak dimulai pada 2023. Proyek yang awalnya dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI sekitar Rp32 miliar itu hanya menuntaskan dua lantai pertama yang berfungsi untuk pelayanan.
Kepala Bagian Taat Usaha RSJ Sultra, I Ketut Suartika, mengungkapkan bahwa anggaran dari DAK tersebut memang hanya diprioritaskan untuk pembangunan fungsional lantai 1 dan 2.
“Itu Rp32 miliar ini murni dari DAK Kementerian Kesehatan,” ungkapnya saat ditemui Kendariinfo, Kamis (20/11/2025).
Kondisi bangunan lantai 4 di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sultra yang mangkrak. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (20/11/2025).
Sementara untuk penyelesaian lantai 3 dan 4 yang difungsikan sebagai area manajemen, kebutuhan anggaran selanjutnya menjadi tanggung jawab Pemprov Sultra melalui APBD. Biaya penyelesaiannya ditaksir mencapai Rp12 miliar. Namun hingga kini belum ada kepastian realisasi anggaran tersebut.
“Hitungan kami sekitar Rp12 miliar lagi untuk tuntaskan lantai 3 dan 4 sebagai manajemen,” kata Ketut.
Akibat mangkraknya pembangunan, pegawai RSJ Sultra masih berkantor di lantai 1 dan 2 yang semestinya difokuskan untuk pelayanan pasien. Kondisi ini dinilai mengganggu efektivitas layanan. Proyek tersebut bahkan sempat diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena belum rampung secara keseluruhan.
Kondisi bangunan lantai 3 di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sultra yang mangkrak. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (20/11/2025).“Kita pernah diaudit BPK Pusat, tahunya mereka itu sudah selesai, ternyata belum, masih mangkrak. Kalau sudah jadi, kami di manajemen akan berkantor di atas. Kalau sekarang ini, kami masih berkantor di ruang pelayanan. Bagaimana bisa bagus pelayanan kalau posisinya masih campur aduk begini,” ungkapnya.
Hingga kini RSJ Sultra terus berkoordinasi dengan Pemprov Sultra dan DPRD Sultra untuk mendorong percepatan penganggaran penyelesaian gedung tersebut, terlebih rumah sakit sedang menjalankan program unggulan Kemenkes dan membutuhkan fasilitas yang lebih representatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kita sudah menyurat juga ke Pak Gubernur Sultra terkait itu, semoga segera terealisasi sehingga program unggulan dan layanan masyarakat bisa berjalan lancar ke depan,” ucap Ketut.
Terpisah, Sekda Sultra, Asrun Lio, saat dikonfirmasi terkait alasan penuntasan proyek tersebut hingga kini belum memberikan keterangan resmi.
Post Views: 132

1 week ago
28













































