Kendari – Layanan taksi online hingga kini belum beroperasi di kawasan Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kepala Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Kapentak) Lanud Haluoleo, Lettu Yusuf, menjelaskan bahwa belum beroperasinya taksi online tersebut disebabkan tidak adanya kerja sama resmi antara pihak pengelola taksi online dengan Lanud Haluoleo.
Yusuf mengatakan, belum beroperasinya taksi online Grab ke area bandara bukanlah hal baru dan telah diketahui secara luas. Menurutnya, kawasan bandara merupakan wilayah dengan aturan khusus yang tidak bisa dimasuki sembarang kendaraan tanpa kerja sama resmi.
“Itu kan sudah tahu orang-orang itu, di bandara kan tidak boleh Grab-Grab masuk,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (17/1/2026).
Ia menegaskan, saat ini di dalam kawasan bandara telah tersedia taksi resmi yang beroperasi berdasarkan perjanjian kerja sama dengan pihak Lanud. Oleh karena itu, kendaraan lain yang tidak memiliki izin tidak diperbolehkan beroperasi.
“Sudah ada aturan, sudah ada taksi di dalam, kan ada kerja samanya. Tidak sembarang masuk. Ade Taxi kan termasuk, kalau Grab itu kan tidak bisa masuk di bandara,” kata Yusuf.
Yusuf juga menyoroti sikap sebagian pengemudi taksi atau transportasi online yang dinilainya tetap memaksa masuk meski telah diberikan penjelasan terkait aturan tersebut. Ia menegaskan, selama belum ada kesepakatan atau regulasi yang mengatur, operasional transportasi online di wilayah Lanud Haluoleo tidak dapat diizinkan.
“Jadi orang (pengemudi taksi online) itu saja dikasih tahu, ngeyel semua. Grab belum ada kerja sama,” tambahnya.
Sebelumnya, sebuah video berisi keluhan penumpang terkait tidak tersedianya layanan taksi online Grab di Bandara Haluoleo Kendari viral di media sosial TikTok. Video tersebut memperlihatkan seorang perempuan yang mengaku kesulitan mendapatkan transportasi setibanya di bandara.
Video berdurasi 41 detik yang diunggah akun TikTok @milop.dessert pada Minggu (11/1) itu telah ditonton ratusan ribu orang. Dalam rekaman tersebut, perekam menyoroti mahalnya biaya transportasi yang harus dikeluarkan karena tidak adanya layanan taksi online di area bandara.
“Apa di seluruh Kendari tidak ada Grab, atau Bandara Kendari saja yang tidak ada Grab? Jadi aku dari sini ke hotel dari Rp180 ribu, nego Rp150 ribu,” ujar perempuan tersebut dalam video.
Humas Bandara Haluoleo, Nurlansah, menegaskan bahwa pengelolaan layanan transportasi penumpang bukan menjadi kewenangan pihak bandara. Ia menyebut, wilayah operasional transportasi masih berada di bawah kewenangan Lanud Haluoleo.
“Terkait pengelolaan layanan transportasi penumpang seperti rental dan Grab, itu bukan kewenangan pihak bandara. Wilayah tersebut masih menjadi kewenangan Lanud,” ungkapnya.
Viral Video Penumpang Keluhkan Ketiadaan Taksi Online di Bandara Haluoleo Kendari
Post Views: 113

1 week ago
25













































