Isu Penculikan Anak Gegerkan Baubau, Polisi Tegaskan Hanya Kasus Pencurian Anting

9 hours ago 3

Baubau – Warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) sempat digegerkan dengan isu penculikan anak yang viral di media sosial. Namun, Polres Baubau memastikan kabar tersebut tidak benar.

Kejadian yang menimpa seorang siswi SD berinisial KA (7) pada Rabu (26/11/2025) ternyata murni tindak pidana pencurian perhiasan dengan modus berpura-pura menanyakan alamat.

Kapolres Baubau, AKBP Mayestika Hidayat, menegaskan tidak ada unsur penculikan seperti yang ramai dibagikan warganet. Ia mengatakan kasus ini murni pencurian barang berharga dengan modus menanyakan alamat.

Terduga pelaku berinisial SA pencurian anting di Kota Baubau terekam saat sedang membonceng korbannya inisial KA (7). Foto: Istimewa. (26/11/2025).

“Tidak benar ada penculikan anak, ini murni pencurian barang berharga,” kata Mayestika melalui keterangan resminya, Minggu (30/11).

Saat ini, pelaku berinisial SA sudah diamankan Satresreskrim Polres Baubau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya usai diringkus pada Kamis (27/11). Ia mengungkapkan kronologi pencurian bermula saat korban berjalan pulang sekolah sekitar pukul 13.40 Wita.

Saat tiba di depan lorong rumahnya di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Batulo, Kecamatan Wolio, ia dihampiri pelaku yang mengendarai motor Honda Scoopy. Pelaku meminta tolong menunjukkan alamat, dan KA spontan mengantarnya.

Pelaku kemudian membonceng korban menuju Jembatan Beli, Kelurahan Bataraguru. Di lokasi itu, pelaku mengambil anting emas milik KA senilai Rp4 juta dengan alasan hendak mengamankan perhiasan tersebut.

Setelah itu, KA diturunkan dengan alasan pelaku ingin mengisi BBM. Korban yang kebingungan akhirnya meminta bantuan warga untuk pulang. Orang tua korban, Nurmila (47), langsung melapor ke Polres Baubau.

Mayestika memastikan kondisi KA sehat dan tidak mengalami trauma. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak cepat percaya informasi tidak jelas di media sosial dan tetap waspada terhadap modus penipuan yang menyasar anak-anak.

“Korban baik-baik saja dan sudah kembali sekolah seperti biasa,” ujarnya.

Sementara itu, dalam rekaman video yang diterima Kendariinfo, pelaku yang merupakan seorang wanita telah mengakui perbuatannya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya telah meresahkan masyarakat.

“Saya mengaku telah melakukan perbuatan salah dan saat ini saya sudah berada di kantor polisi sedang mempertanggungjawabkan perbuatan saya. Saya meminta maaf kepada Khanza dan keluarga, dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya,” ujarnya.

Post Views: 73

Read Entire Article
Rapat | | | |