Festival Wakila 2025, Strategi Desa Kondongia Angkat Potensi Wisata Alam Muna

3 days ago 17

Muna – Pemerintah Desa Kondongia di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi meluncurkan Wakila Festival 2025 dengan tema “Rise of Wakila” sebagai langkah strategis untuk mengangkat potensi wisata alam Puncak Wakila. Festival perdana ini diproyeksikan menjadi pintu masuk promosi wisata desa dan penguatan sektor agro wisata di wilayah tersebut.

Wakila Festival dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 31 Desember 2025. Agenda ini dirancang sebagai wadah memperkenalkan keindahan Puncak Wakila sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Berbagai kegiatan akan digelar untuk menarik pengunjung, mulai dari pameran UMKM hingga pertunjukan seni budaya.

Kepala Desa Kondongia, Laode Rahmapo, mengatakan festival ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah desa dalam menata potensi wisata secara profesional.

Time line Wakila Festival 2025 di Kabupaten Muna akan berlangsung pada 21 - 31 Desember.Time line Wakila Festival 2025 di Kabupaten Muna akan berlangsung pada 21 – 31 Desember. Foto: Istimewa.

“Wakila Festival kami buat untuk mengangkat Puncak Wakila. Ini adalah upaya pengembangan desa berbasis pariwisata dan pelestarian lingkungan. Kami ingin masyarakat berperan aktif memajukan desa,” ujarnya kepada awak media, Selasa (25/11/2025).

Rahmapo menegaskan bahwa pemilihan konsep festival dilakukan karena dinilai paling efektif membangun daya tarik wisata baru. “Festival ini mampu menarik kunjungan wisatawan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat identitas Wakila sebagai ikon wisata Kabupaten Muna,” jelasnya.

Lebih jauh, festival ini dianggap sebagai momentum penting untuk mendorong sinergi antar pelaku UMKM, komunitas kreatif, pemerhati lingkungan, hingga pegiat budaya.

“Dengan adanya festival ini, kami berharap pertumbuhan pariwisata, UMKM, seni, dan budaya di Desa Kondongia dapat bergerak lebih cepat,” bebernya.

Desa Kondongia sendiri tengah diproyeksikan menjadi kawasan agro wisata dengan dukungan bentang alam yang lengkap. Kondisi lingkungan yang masih alami, budaya agraris yang kuat, serta dukungan masyarakat menjadikan kawasan ini ideal untuk wisata edukasi berbasis pertanian.

Ke depan, pengembangan Wakila akan diarahkan pada konsep wisata alam berkelanjutan. Pemerintah desa menyiapkan peningkatan infrastruktur, penataan kawasan Puncak Wakila, hingga pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku wisata.

“Pemerintah desa berencana memperkuat promosi, mengembangkan paket wisata terpadu, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak,” tutupnya.

Post Views: 85

Read Entire Article
Rapat | | | |