Konawe – Dua mahasiswa Jurusan Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, angkatan pertama 2023 dilaporkan tersesat di kawasan hutan di Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Informasi tersebut diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 00.20 Wita. Laporan disampaikan oleh Amritzal Nur selaku dosen pembimbing lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan laporan awal menyebutkan adanya kondisi membahayakan manusia terhadap dua orang mahasiswa yang tidak kembali dari kegiatan lapangan.
“Pada pukul 00.20 Wita Comm Centre KPP Kendari menerima informasi adanya dua orang yang tersesat di hutan Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu,” ujar Amiruddin A.S.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 00.35 Wita Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju lokasi kejadian perkara untuk memberikan bantuan SAR. Jarak tempuh dari KPP Kendari ke lokasi kejadian sekitar 68 kilometer.
Tim Rescue KPP Kendari tiba di LKP pada pukul 02.30 Wita. Namun, pada pukul 03.23 Wita operasi SAR dihentikan sementara dan direncanakan dilanjutkan kembali pada pagi hari pukul 07.00 Wita.
Pada pukul 07.00 Wita, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian. Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi tiga sektor. Tim pertama menyisir area seluas 2,5 kilometer persegi ke arah utara dari LKP. Tim kedua menyisir area seluas 2,5 kilometer persegi ke arah timur dari LKP. Sementara tim ketiga menyisir area seluas 2,5 kilometer persegi ke arah tenggara dari LKP.
Adapun identitas korban yang dilaporkan tersesat yakni Taufik (22 tahun), dan Dimas (22). Dalam operasi SAR tersebut, unsur yang terlibat terdiri atas staf operasi KPP Kendari, rescuer KPP Kendari, BPBD Konawe, Damkar Konawe, Fakultas Geologi, serta masyarakat sekitar.
Peralatan SAR yang digunakan meliputi rescue car, ambulans, motor trail, alat navigasi darat, drone thermal, peralatan SAR medis, peralatan SAR evakuasi, peralatan komunikasi, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Berdasarkan kronologis kejadian, kegiatan kuliah lapangan mahasiswa Geologi Universitas Haluoleo dilaksanakan pada Selasa (27/1) sekitar pukul 07.00 Wita di Kecamatan Meluhu, Desa Sambasule, dengan jumlah peserta sebanyak 32 orang. Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan dua orang.
Sekitar pukul 10.00 Wita, kedua korban sempat bertemu dengan rekan kelompok lainnya. Namun, pada pukul 12.00 Wita, keduanya terakhir kali melakukan komunikasi. Setelah itu, korban tidak dapat dihubungi lagi dan tidak kembali ke titik pertemuan yang telah disepakati sebelumnya.
Upaya pencarian sempat dilakukan, namun hasilnya nihil hingga informasi tersebut diterima oleh KPP Kendari. Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian masih terus berlangsung dan perkembangan selanjutnya akan disampaikan kemudian.
Post Views: 107

11 hours ago
3













































