CNN Indonesia
Sabtu, 29 Nov 2025 13:55 WIB
Banjir dan longsor landa Sri Lanka setelah sepekan diguyur hujan. Sedikitnya 123 orang dilaporkan meninggal dunia. (REUTERS/Thilina Kaluthotage)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banjir dan longsor melanda Sri Lanka setelah hujan lebat mengguyur negara Asia Selatan tersebut sepekan terakhir. Sedikitnya 123 orang dilaporkan meninggal dunia per Sabtu (29/11).
Pusat Penanggulangan Bencana (Disaster Management Centre/DMC) Sri Lanka melaporkan saat ini 130 orang juga masih hilang dalam bencana ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Sampath Kotuwegoda mengatakan operasi penyelamatan sedang berlangsung dan sebanyak 43.995 orang telah dievakuasi.
DMC melaporkan banjir dan longsor terjadi setelah Siklon Ditwah menerjang Sri Lanka pada Rabu (26/11) hingga mengakibatkan hujan deras mengguyur selama sepekan.
Siklon itu tercatat sudah menjauh dari Sri Lanka, namun dampaknya masih terasa. Kerusakan terjadi di mana-mana.
Banjir di daerah dataran rendah memburuk pada Sabtu hingga otoritas memerintahkan warga evakuasi. Salah satu area yang terdampak yakni tepi Sungai Kelani, yang mengalirkan air dari Kolombo ke Samudra Hindia.
Menurut DMC, Sungai Kelani meluap pada Jumat (28/11) malam. Ratusan warga pun diperintahkan mengungsi ke penampungan sementara.
Pemerintah Sri Lanka telah mengerahkan angkatan bersenjata untuk memperkuat operasi penyelamatan dan bantuan di seluruh negeri. Otoritas mengerahkan helikopter dan perahu militer untuk mengevakuasi penduduk yang terjebak.
Pejabat DMC memperkirakan skala banjir di Sri Lanka saat ini akan lebih buruk daripada tahun 2016 saat 71 orang tewas di seluruh negeri.
Jumlah korban tewas akibat cuaca pekan ini adalah yang tertinggi sejak Juni tahun lalu, ketika 26 orang tewas buntut banjir.
Banjir terburuk yang pernah dialami Sri Lanka sejak pergantian abad terjadi pada Juni 2003. Saat itu, 254 orang meninggal dunia.
Para pejabat sementara itu mengatakan India telah mengirimkan satu pesawat bantuan bagi para korban banjir dan longsor di Sri Lanka pada Sabtu pagi.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa atas korban tewas di Sri Lanka dan menegaskan New Delhi siap mengirim lebih banyak bantuan.
"Kami siap memberikan lebih banyak bantuan dan pendampingan seiring perkembangan situasi," kata Modi di X, seperti dikutip AFP.
(blq/chri)

6 hours ago
1












































