Trump Ancam Gempur Iran Jika Nego Nuklir Gagal dalam 10 Hari

18 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam Iran jika tak mencapai kesepakatan nuklir dalam kurun waktu 10 hingga 15 hari.

Trump menyampaikan ancaman tersebut dalam pertemuan perdana anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, Kamis (19/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump lalu kembali membanggakan serangan AS terhadap nuklir Iran, yang dianggap berkontribusi terhadap upaya Teheran menggagalkan negara-negara Timur Tengah menyepakati perdamaian.

"Jadi, sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin membuat kesepakatan. Anda akan tahu dalam 10 hari ke depan," kata Trump, dikutip Al Jazeera.

Trump terus menekankan Amerika Serikat dan Iran harus betul-betul mencapai kesepakatan.

"Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi," ujar dia.

Pernyataan Trump muncul saat Iran dan AS terlibat negosiasi nuklir. DI putaran pertama, pembicaraan berlangsung mulus dan kedua pihak sepakat untuk melanjutkan.

[Gambas:Video CNN]

Negosiasi selanjutnya di Jenewa juga berlangsung baik. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan mengatakan kedua pihak mampu mencapai kesepakatan luas soal serangkaian prinsip panduan untuk perjanjian.

Iran berulang kali menyatakan setuju untuk membatasi pengayaan uranium dan membiarkan organisasi internasional mengawasi secara ketat program nuklir mereka.

Namun, Trump terus menolak pengayaan uranium itu karena dianggap berbahaya. Ia juga ingin membatasi persenjataan rudal Iran, yang jelas ditolak pemerintahan yang berbasis di Teheran.

Di tengah negosiasi itu, ancaman AS ke Iran nyaris tak pernah surut. Trump telah mengerahkan dua kapal induk ke perairan Timur Tengah dan berulang kali menyebut siap menggempur negara itu jika kesepakatan tak tercapai.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sementara itu menyatakan enggan melakukan kesepakatan di bawan ancaman. Jika suatu waktu AS menyerang, Iran juga siap tempur.

"Amerika Serikat terus-menerus mengatakan mereka telah mengirimkan kapal perang ke arah Iran. Tentu, kapal perang adalah peralatan militer yang berbahaya," tulis Khamenei dalam unggahan di X pada Kamis.

"Namun, yang lebih berbahaya dari kapal perang itu adalah senjata yang balik menenggelamkan kapal perang ke dasar laut."

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Rapat | | | |