Kim Jong Un Buka Peluang Berteman dengan AS, Tapi Musuhi Korsel

15 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un membuka peluang untuk menjalin relasi dengan Amerika Serikat, tetapi menegaskan sikap permusuhan dengan Korea Selatan.

Kim memberi sinyal Korut bersedia berdialog dengan Amerika Serikat di masa depan tetapi dengan syarat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"[Jika Washington] menghormati status negara kita saat ini sebagaimana diatur dalam Konstitusi dan menarik kebijakan permusuhannya, tidak ada alasan kita tak bisa berteman dengan baik dengan Amerika Serikat", kata Kim dalam kongres Partai Buruh, Rabu (25/2), dikutip Al Jazeera.

Dalam pertemuan itu, Kim juga menunjukkan nada yang lebih agresif terkait Korea Selatan.

"Korea Utara sama sekali tidak punya urusan dengan Korea Selatan, entitas yang paling bermusuhan dengannya, dan akan secara permanen mengecualikan Korea Selatan dari kategori warga negara", kata Kim.

"Selama Korea Selatan tidak bisa lepas dari kondisi geopolitik yang mengharuskan mereka berbatasan dengan kita, satu-satunya cara untuk hidup aman adalah dengan melepaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan kita dan membiarkan kita sendiri," imbuh dia.

Pernyataan Kim, di mata pakar, menandakan niat Korut ingin menjalin hubungan dengan Amerika Serikat.

"Korut menunjukkan niat menjalin hubungan dengan AS secara independen, tanpa melalui Korea Selatan," kata Pakar studi Korea Utara Yang Moo Jin, dikutip AFP.

Di kesempatan tersebut, Kim menyerukan pengembangan sistem senjata baru untuk memperkuat militer.

Kantor Berita Korea Utara (Korea Central News AgencyKCNA) melaporkan Kim juga menetapkan persyaratan rudal balistik antarbenua yang bisa diluncurkan dari bawah laut.

Tak cuma itu, dia ingin memperluas persenjataan nuklir taktis, seperti artileri dan rudal jarak pendek, yang mampu menargetkan Korea Selatan.

Kim lalu menegaskan percepatan pengembangan program nuklir dan rudal memperkuat status Korut dalam beberapa tahun terakhir.

"Status kita sebagai negara bersenjata nuklir memainkan peran penting dalam mencegah potensi ancaman musuh dan menjaga stabilitas regional," kata Kim.

Kim menyatakan senjata nuklir sebagai "jaminan dan alat pengamanan" bagi keamanan dan kepentingannya.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Rapat | | | |