Khamenei Tewas, Putra Mendiang Shah Iran Reza Pahlavi Buka Suara

18 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Putra mendiang Shah Iran, Reza Pahlavi, angkat bicara usai media Iran melaporkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran, Sabtu (28/2).

Melansir AFP, Pahlavi menyebut Republik Islam Iran yang menggantikan rezim pro-Barat ayahnya telah berakhir.

"Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan segera dibuang ke tempat sampah sejarah," tulis Pahlavi melalui akun X miliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eks putra mahkota Iran ini juga memperingatkan agar tidak menunjuk pengganti Khamenei dan menyerukan aparat keamanan tidak mempertahankan pemerintah saat ini.

"Kepada militer, aparat keamanan, dan kepolisian, segala upaya untuk menopang rezim yang runtuh akan berujung pada kekalahan," ujarnya.

Pahlavi, yang selama ini memposisikan diri sebagai figur transisi namun tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari seluruh kelompok oposisi, juga meminta warga iran tetap waspada.

"Waktunya untuk kehadiran besar dan menentukan di jalanan sudah sangat dekat," katanya.

Ia bahkan menyerukan persatuan nasional dan menyinggung warisan pra-Islam Iran.

"Bersama-sama, bersatu dan teguh, kita akan mengamankan kemenangan terakhir dan merayakan kebebasan Iran di seluruh Tanah Air kita yang diciptakan oleh Ahura," ujarnya, merujuk pada warisan Zoroaster pra-Islam.

Dalam artikel opininya, The Washington Post, Pahlavi juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas serangan tersebut dan kembali menyatakan kesiapan memimpin masa transisi menuju Iran yang baru.

Namun, ia menegaskan perannya hanya bersifat sementara, di tengan kekhawatiran sebagian pihak bahwa ia ingin mengembalikan monarki absolut seperti ayahnya, Mohammad Reza Pahlavi, yang digulingkan dalam Revolusi Iran 1979.

"Banyak warga Iran, sering kali meski menghadapi peluru, telah meminta saya memimpin transisi ini. Saya kagum atas keberanian mereka dan saya menjawab panggilan tersebut," tulisnya.

Menurut Pahlavi, jalur ke depan akan dilakukan secara transparan melalui penyusunan konstitusi baru yang diratifikasi lewat referendum, kemudian dilanjutkan pemilu bebas di bawah pengawasan internasional.

"Ketika rakyat Iran memberikan suara, pemerintahan transisi akan dibubarkan," ujarnya.

Ia juga mengklaim bahwa berbagai kelompok oposisi Iran telah sepakat pada prinsip-prinsip utama, termasuk pemisahan agama dan negara, menjaga keutuhan wilayah Iran yang memiliki komunitas minoritas, serta menjamin kebebasan individu dan kesetaraan seluruh warga negara.

(lau/fea)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Rapat | | | |