Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengancam seluruh pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah akan menjadi "target sah", jika pemerintah Donald Trump melancarkan serangan ke Iran.
Pernyataan ini disampaikan dalam surat Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, di tengah meningkatnya ketegangan negosiasi nuklir Iran dan ancaman serangan militer AS.
Surat itu diberikan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan PBB (DK PBB), dengan salinan yang dilihat AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iravani memperingatkan jika Iran menghadapi agresi militer, semua pangkalan militer AS akan menjadi target sah.
"Semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan akan menjadi target sah dalam konteks respons defensif Iran," tulis Iravani.
Ia meminta DK PBB memastikan AS segera menghentikan ancaman penggunaan kekuatan yang melanggar hukum.
Iran juga menegaskan tetap berkomitmen pada jalur diplomasi dan, secara timbal balik, bersedia bernegosiasi terkait program nuklir damainya.
Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan kapal perang dan jet tempur ke Timur Tengah untuk mencegah Iran membuat bom nuklir.
Surat itu mengutip unggahan media sosial Trump pada Rabu, yang menyebut AS mungkin perlu menggunakan pangkalan militer Inggris, salah satunya berada di pulau di Samudra Hindia.
"AS perlu menggunakan pangkalan militer Inggris, jika Iran memutuskan untuk tidak membuat kesepakatan," tulis Trump.
Iravani menyampaikan bahwa pernyataan agresif Trump akan menjadi ancaman serius bagi perdamaian.
"Pernyataan agresif oleh Presiden AS itu... menandakan risiko nyata agresi militer, konsekuensi akan menjadi bencana bagi kawasan dan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional," tulis Iravani.
Trump berulang kali mengancam serangan militer terhadap Iran, dengan dalih penindakan mematikan pemerintah Teheran terkait demonstrasi anti-pemerintah bulan lalu, dan terkait negosiasi nuklir.
Pada Kamis, Trump mengatakan Iran memiliki waktu paling lama 15 hari untuk mencapai kesepakatan dan kembali menyiratkan Amerika Serikat akan menyerang jika gagal melakukannya.
Komentarnya muncul setelah pembicaraan pada Selasa di Jenewa antara utusan AS Steve Witkoff dan menantu presiden Jared Kushner. Keduanya bertemu secara tidak langsung dengan diplomat tertinggi Iran, yang mengatakan ada kemajuan.
Upaya negosiasi sebelumnya runtuh ketika Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran pada Juni lalu, memulai perang 12 hari yang sempat diikuti Washington dengan membombardir lokasi nuklir Iran.
(rnp/dna)

13 hours ago
4










































