Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan permulaan 'operasi ofensif paling menghancurkan dalam sejarah Republik Islam Iran'. Pernyataan ini disiarkan media Iran, Fars News, yang juga menjelaskan operasi bakal dimulai 'sebentar lagi'.
Target IRGC adalah 'wilayah pendudukan dan pangkalan teroris Amerika'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan IRGC ini muncul setelah mereka berkabung atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2).
"Kita telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kita berduka atas kepergiannya", kata IRGC dikutip Far News.
Kemartiran Khamenei di tangan teroris paling kejam disebut sebagai legitimasi Khamenei sebagai pemimpin besar. AS dan Israel, yang dijuluki algojo kemanusiaan, dikatakan tak akan lolos dari 'tangan pembalasan Iran'.
IRGC didirikan oleh Ruhollah Khomeini sebagai cabang militer pada 1979 setelah Revolusi Islam. IRGC bertugas memastikan integritas Republik Islam, sedangkan angkatan bersenjata Iran melindungi kedaulatan negara.
Iran sudah mendeklarasikan masa berkabung 40 hari dan tujuh hari libur nasional untuk Khamenei.
Sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan kematian Khamenei dan meminta masyarakat Iran merebut kembali negara.
"Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka. "Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka," tulis Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social, seperti dilansir Reuters.
(fea)

19 hours ago
4











































