Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Javad Zarif menyerukan agar Teheran segera mendeklarasikan kemenangan dan mengakhiri perang. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel yang menyerang Teheran itu sudah berlangsung sejak 28 Februari dan hingga kini belum menunjukkan sinyal usai.
Ia juga membeberkan sebuah rancangan blue print atau cetak biru, tentang bagaimana Teheran dapat mengupayakan kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berdasarkan persyaratan yang dapat diterima pihak Iran.
"Iran harus memanfaatkan posisi unggulnya bukan untuk terus berperang, melainkan untuk menyatakan kemenangan dan membuat kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik ini sekaligus mencegah konflik berikutnya," kata Zarif dalam tulisannya di majalah Foreign Affaris, dikutip Jumat (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tulisannya tersebut, ia menguraikan sejumlah langkah yang dinilai perlu diambil Iran untuk mengakhiri konflik dengan AS dan Israel, tetapi tetap menguntungkan bagi Teheran.
Pertama, Iran disarankan menawarkan pembatasan program nuklir serta membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas penghentian seluruh sanksi.
Zarif menilai, kesepakatan semacam itu sebelumnya sulit diterima Washington, tetapi dalam kondisi saat ini berpotensi dipertimbangkan.
Kedua, Iran juga dinilai perlu siap menerima pakta non-agresi dengan AS, yang berisi komitmen kedua negara untuk tidak saling menyerang di masa mendatang.
Ketiga, Iran dapat membuka peluang kerja sama ekonomi dengan AS, yang dinilai akan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Menurut Zarif, langkah-langkah tersebut memungkinkan bagi pemerintah Iran untuk lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyatnya, dibandingkan menghadapi ancaman dari luar.
Dengan demikian, Zarif mengungkapkan Teheran memiliki peluang untuk mengamankan masa depan yang lebih cerah bagi rakyatnya.
Pernyataan tersebut muncul saat Trump tengah meningkatkan ancamannya terhadap Iran, dengan memperingatkan bahwa militer AS "bahkan belum mulai" menghancurkan sisa infrastruktur negara tersebut, setelah serangan AS sebelumnya merobohkan jembatan terbesar di Iran.
Di sisi lain, Militer Iran tak tinggal diam dan membalas dengan peringatan akan "menghancurkan" aset-aset regional Negeri Paman Sam jika AS dan Israel terus meningkatkan serangan ke Iran, dilansir dari Al-Jazeera Jumat (3/4).
Sementara itu, Kuwait melaporkan bahwa sebuah pabrik desalinasi air dan kilang minyak telah menjadi target serangan Iran, seiring negara-negara Teluk yang terus menghadapi serangan dari Teheran.
Sebuah pabrik gas di UEA juga turut diserang pada Jumat (3/4) pagi. Iran pun telah meluncurkan rudal ke Israel, yang mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah dan mobil warga.
Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, perwira tertinggi di Angkatan Darat AS, telah meninggalkan jabatannya usai diminta mengundurkan diri oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.
Adapun kondisi saat ini, sedikitnya 2.076 orang dinyatakan tewas dan 26.500 lainnya luka-luka akibat serangan AS-Israel di seluruh wilayah Iran sejak 28 Februari.
(dhz/ins)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
3











































