Diteriaki saat Pidato, Trump Minta 2 Anggota DPR Muslim Dideportasi

18 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta dua anggota Kongres dari Partai Demokrat, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, dideportasi secepatnya dari AS.

Permintaan itu disampaikan setelah kedua anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu meneriaki Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di Capitol pada Selasa (24/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika orang bisa berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah politisi curang dan korup, yang sangat buruk bagi negara kita, maka kita harus mengirim mereka kembali ke tempat asalnya secepat mungkin," tulis Trump di Truth Social, Rabu (25/2).

"Mereka hanya bisa merusak Amerika Serikat," lanjut Trump.

Tlaib dan Omar meneriaki Trump saat sang Presiden berpidato di hadapan parlemen pada Selasa malam. Keduanya mengecam Trump atas kematian warga AS di tangan petugas imigrasi ICE.

"Anda telah membunuh warga Amerika!" teriak Omar, seperti dikutip Anadolu Agency.

Para anggota Partai Demokrat sebelumnya telah diwanti-wanti oleh pemimpin mereka untuk tidak tersulut emosi selama mendengar pidato Trump.

Para kader mulanya cuma diam dan menggelengkan kepala ketika mendengar pernyataan yang tidak mereka setujui. Namun, begitu Trump membahas soal imigrasi, mereka tak tahan dan akhirnya berteriak.

Ilhan Omar adalah perempuan Muslim kelahiran Somalia. Ia sudah hampir 30 tahun menjadi warga AS secara sah. Rashida Tlaib sementara itu merupakan warga Palestina-Amerika yang lahir di Detroit, Michigan.

Baik Omar maupun Tlaib tidak memenuhi syarat untuk dideportasi.

Pada Rabu, Omar membuat pernyataan di X bahwa ia melontarkan apa yang ingin dikatakan kepada Trump selama sesi sidang.

"Saya sudah mengatakan apa yang ingin saya katakan. Saya harus mengingatkan Trump bahwa pemerintahannya bertanggung jawab atas kematian dua konstituen saya," tulis perwakilan dari Minnesota tersebut.

Pada Januari lalu, dua warga Minnesota, Alex Jeffrey Pretti dan Renee Good, tewas dalam operasi ICE terpisah. Mereka ditembak petugas saat memprotes operasi imigrasi.

(blq/dna)

Read Entire Article
Rapat | | | |