Jakarta, CNN Indonesia --
Puluhan ribu orang berunjuk rasa di ibu kota London, Inggris, pada akhir pekan lalu.
Sekitar 60.000 pedemo ramai-ramai turun ke jalan untuk berpartisipasi dalam demonstrasi bertajuk "Unite the Kingdom".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unite the Kingdom merupakan unjuk rasa yang diselenggarakan oleh aktivis anti-Islam Stephen Yaxley-Lennon, atau yang lebih dikenal Tommy Robinson.
Robinson mengeklaim demonstrasi ini dihelat guna mendorong "persatuan nasional, kebebasan berbicara, dan nilai-nilai Kristen", demikian dilansir dari BBC.
Unjuk rasa ini dimulai dari Kingsway, kemudian berlanjut ke Aldwych, Strand, Trafalgar Square, Whitehall, dan berakhir di Parliament Square.
Dilansir dari CBS News, ini merupakan demonstrasi sayap kanan terbesar di Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, demo ini masih lebih kecil dibandingkan demo serupa pimpinan Robinson pada September lalu.
Robinson merupakan pendiri English Defence League yang beraliran nasionalis dan anti-Islam. Ia salah satu tokoh sayap kanan paling berpengaruh di Inggris.
Dalam demo akhir pekan tersebut, kerumunan orang yang membawa Salib St. George dan bendera Union Jack berarak melalui pusat kota London sambil meneriakkan kalimat "kami ingin Starmer cabut" serta "Kristus adalah Raja."
Beberapa pademo yang mengenakan topi Merah "Make England Great Again" menggemakan gerakan Make America Great Again serupa milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebagian besar demonstran mengaku alasan mereka berdemo yakni karena diabaikan pemerintah dan khawatir dengan arah negara saat ini.
Seorang pedemo yang mengenakan bendera Israel mengatakan bahwa ia ingin "mengembalikan nilai-nilai Yudaisme-Kristen ke negara ini."
Ia sendiri menyatakan bukan Yahudi maupun warga Israel, tapi seorang Protestan Inggris yang percaya bahwa Israel "selalu menjadi sekutu bagi Inggris Raya."
Demonstran lain menyatakan kekecewaan mereka terhadap kondisi layanan publik dan kemerosotan nasional. Salah satu keluhannya, yakni soal waktu tunggu yang "semakin tak masuk akal" dari Layanan Kesehatan Nasional.
Dalam orasinya, Robinson menyerukan para pedemo untuk aktif secara politik menjelang pemilihan umum berikutnya.
"Jika kita tidak mengirimkan pesan dalam pemilihan umum berikutnya, jika Anda tidak mendaftar untuk memilih, jika Anda tidak terlibat, jika Anda tidak menjadi aktivis, kita akan kehilangan negara kita selamanya," ucapnya.
Demonstrasi Unite the Kingdom pada Sabtu berlangsung pada hari yang sama dengan pawai besar pro-Palestina yang memperingati Hari Nakba.
Polisi sampai mengerahkan sekitar 4.000 aparat di seluruh ibu kota, bersama dengan drone, polisi berkuda, helikopter, dan teknologi pengenalan wajah guna menjaga agar demo yang saling berlawanan itu tak bentrok.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam pernyataannya menuduh penyelenggara Unite the Kingdom berusaha "menyebarkan kebencian dan perpecahan".
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
9












































