Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota parlemen Ukraina, Yaroslav Yurchyshyn, meminta kartun asal Rusia Masha and the Bear dilarang tayang di Ukraina.
Ia ogah serial anak produksi Rusia tersebut ditayangkan di televisi Ukraina imbas invasi Moskow ke Kyiv.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yurchyshyn, kartun populer itu mengandung narasi propaganda Rusia, yang tak bisa disembunyikan bahkan lewat terjemahan Ukraina. Oleh sebab itu, demi menghindarkan anak-anak Ukraina dari propaganda Rusia, ia menyerukan pelarangan Masha and the Bear dan menyerukan sanksi terhadapnya.
"Kartun adalah bidang yang sangat luas di mana Rusia masuk untuk memengaruhi pikiran anak-anak kita. Orang tua seringkali tidak memperhatikan apa yang ditonton anak-anak mereka di Youtube. Kita harus membersihkan bidang ini dari konten Rusia dan mendorong terciptanya produk kita sendiri," kata Yurchyshyn, seperti dikutip UNN.

Kepolisian Nasional Ukraina mengonfirmasi adanya kemungkinan propaganda Rusia dalam serial Masha and the Bear.
Polisi menyatakan sumber resmi kartun mengarah ke jejaring sosial VK, yang diblokir di Ukraina, dan situs web tersebut dihosting di domain Rusia.
Polisi juga menyoroti monetisasi konten yang masuk ke kantong-kantong perusahaan Rusia.
Menurut media Ukraina, pada 27 Agustus lalu, kartun Masha and the Bear menjadi saluran Youtube anak paling populer di Ukraina. Versi serial dengan sulih suara bahasa Ukraina memiliki 18 juta subscriber, menurut catatan RIA Novosti.
Pada Januari 2026, serial ini bahkan ditonton sampai 800 juta kali.
Dilansir dari Eurasia Daily, selain Masha and the Bear, Yurchyshyn juga mengusulkan agar konten-konten Rusia lainnya dilarang tayang di Ukraina. Pemerintah juga diminta menetapkan batas usia untuk penggunaan jejaring sosial, terutama Telegram.
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
4













































