Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah hotel yang sering menjadi tempat menginap diplomat asing di Zona Hijau Baghdad, Irak, jadi sasaran serangan drone di tengah perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran.
Kementerian Dalam Negeri Irak melaporkan insiden itu terjadi pada Senin (16/3).
"Sebuah proyektil jatuh di atap Hotel Al Rasheed," demikian pernyataan Kemendagri Irak, dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada korban jiwa atau bangunan lain yang terdampak," lanjut pernyataan itu.
Setelah pernyataan tersebut, Irak mengidentifikasi proyektil yang dimaksud adalah drone. Namun, pihak berwenang Irak masih menyelidiki terkait drone yang jatuh di hotel itu.
Para saksi mengatakan mereka melihat api berkobar di atap hotel Al Rasheed.
Tak lama setelah insiden, pihak berwenang Irak mengerahkan pasukan keamanan dalam jumlah besar di sekitar hotel. Tim pemadam kebakaran dan ambulans juga dikerahkan di lokasi kejadian.
Kejadian ini berlangsung sesaat usai pasukan Irak mencegat roket yang menyasar Kedutaan Besar Amerika Serikat di negara tersebut. Pejabat pertahanan mengonfirmasi pasukan Irak berhasil mencegat serangan.
"Pasukan Pertahanan Udara menggagalkan serangan dengan empat roket," kata dia.
Insiden itu juga terjadi usai milisi di Irak, Khateeb Hizbullah, mengumumkan komandan senior mereka Abu Ali Al Askari terbunuh. Abu Ali adalah kepala keamanan Khateeb Hizbullah yang juga juru bicara kelompok ini.
Salah satu pejabat pertahanan mengatakan Abu Ali tewas dalam serangan di Baghdad pada 14 Maret atau Sabtu lalu.
Irak ikut bergejolak usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan Iran sejak akhir Februari.
Iran lalu membalas serangan ke Israel dan aset militer serta Kedutaan Besar AS di Timur Tengah. Mereka meyakini pangkalan militer itu digunakan untuk menyerang Iran.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
1













































