Mengenal Drone Lucas Buatan AS, Versi 'KW' dari Shahed Iran

16 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Drone Lucas FLM 136 milik Amerika Serikat menjadi sorotan karena disebut sebagai "versi tiruan" dari drone Shahed-136 buatan Iran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan AS telah mengembangkan drone yang mirip dengan model Iran dan digunakan untuk menyerang ke negara-negara Arab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga baru-baru ini menerima informasi yang menunjukkan AS dan Israel melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab dari titik-titik tertentu," kata Araghchi dikutip dari Doha News.

"AS telah mengembangkan drone yang mirip dengan drone Shahed kami, yang disebut 'Lucas'. Drone ini digunakan untuk menyerang target di negara-negara Arab," lanjut Araghchi.

Dilansir Euro News, sejumlah perusahaan AS mengembangkan drone yang terinspirasi dari HESA Shaded 136 milik Iran, yakni pesawat tanpa awak otonom yang diluncurkan dari bak truk untuk serangan kamikaze.

Drone yang dikembangkan oleh Shahed Aviation Industries, afiliasi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada 2016 itu, diperkirakan berharga sekitar US$20.000 dan US$50.000 (sekitar Rp340 juta dan Rp850 juta).

Salah satunya perusahaan merekayasa balik versi drone mereka bernama FLM 136, drone yang kini digunakan untuk pertama kalinya dalam operasi tempur terhadap Iran.

Drone FLM 136 pertama kali diperkenalkan tahun lalu oleh perusahaan Spektreworks yang berbasis di Arizona.

Sistem ini dikenal sebagai Low-cost Uncrewed Combat Attack System atau LUCAS, yakni drone tempur tanpa awak berbiaya rendah yang dapat dioperasikan oleh tim kecil serta mampu lepas landas dan mendarat secara otomatis.

Dari segi ukuran, drone ini hampir identik dengan Shahed 136, dengan panjang sekitar 3 meter dan lebar 2,5 meter.

Namun, bobotnya jauh lebih ringan, yakni 81,5 kilogram dibandingkan Shahed yang mencapai 200 kilogram.

Konsekuensinya, kapasitas muatan FLM 136 juga lebih kecil, sekitar 18 kilogram, sementara Shahed mampu membawa hingga 50 kilogram.

FLM 136 mampu menjalankan misi serangan hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 444 mil laut dan dapat beroperasi pada ketinggian maksimum 15.000 kaki atau sekitar 4.500 meter.

Pesawat tanpa awak ini menggunakan mesin pembakaran internal yang memungkinkannya melaju dengan kecepatan jelajah sekitar 137 km per jam dan mencapai kecepatan maksimum hingga 194 km per jam.

Harga setiap unit drone diperkirakan sekitar US$35.000 (sekitar Rp595 juta), setara dengan biaya produksi Shahed 136.

Drone itu kini diluncurkan dari darat oleh Satuan Tugas Scorpion Strike (TFSS), unit di bawah Komando Pusat AS yang ditempatkan di Timur Tengah, untuk menjalankan serangan kamikaze satu arah, serupa dengan konsep operasi drone Shahed 136.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Rapat | | | |