Jakarta, CNN Indonesia --
Media Iran melaporkan pada Selasa (24/3) dua fasilitas gas dan sebuah pipa gas, yang merupakan infrastruktur energi, telah diserang Israel dan Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan penjelasan AFP laporan serangan ini datang beberapa jam usai Presiden AS Donald Trump menarik ancamannya menyerang infrastruktur energi.
"Sebagai bagian dari serangan berkelanjutan yang dilakukan oleh musuh Zionis dan Amerika, gedung administrasi gas dan stasiun pengaturan tekanan gas di Jalan Kaveh di Isfahan menjadi sasaran," kata kantor berita Fars.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas di pusat Iran itu "mengalami kerusakan sebagian," tambah Fars, satu-satunya media berita Iran yang melaporkan insiden tersebut.
Dikatakan juga bahwa serangan menargetkan pipa gas pembangkit listrik Khorramshahr, di barat daya Iran.
"Sebuah proyektil menghantam area di luar stasiun pengolahan pipa gas Khorramshahr," lapor Fars, mengutip gubernur kota yang berbatasan dengan Irak.
Tidak disebutkan seberapa besar kerusakannya.
Trump mengatakan kepada AFP pada Senin bahwa "semuanya berjalan sangat baik" dengan Iran, tak lama setelah dia mengumumkan ada pembicaraan dengan Teheran dan memerintahkan pemberhentian sementara selama lima hari untuk menargetkan pembangkit listrik Iran.
Perubahan sikap Trump yang tiba-tiba ini terjadi beberapa jam sebelum berakhirnya ultimatum 48 jam, di mana dia mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka blokade Selat Hormuz.
Pemerintah Iran telah membantah ada pembicaraan apapun dengan AS selama perang berlangsung.
(fea)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2














































